This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Rahayu, Resna Gita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Kimia Medisinal Terhadap Pengembangan Obat Baru Dalam Terapi Anti Kanker Amin, Saeful; Liugiarto, Carolin Denisti; Rachma, Risma Nuraulia; Rahayu, Resna Gita; Jibril, Shaira; Melayu, Nasywa Nada
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44872

Abstract

Kanker adalah penyakit kronis yang menjadi tantangan besar dalam kesehatan global, dengan angka kematian yang terus meningkat. Disiplin ini memungkinkan untuk mengidentifikasi senyawa dengan aktivitas antikanker yang kuat dan efek samping minimal dengan menggunakan pendekatan dan mekanisme kerja berbasis struktur. Untuk meningkatkan kemanjuran dan selektivitas obat-obatan, berbagai metode kontemporer digunakan, termasuk desain berbantuan komputer, penelitian farmakokinetik, dan perubahan struktural kimia. Selain itu, kemajuan dalam kimia medis telah menciptakan peluang untuk menciptakan perawatan kanker yang lebih akurat. Tujuan penelitian ini untuk merancang dan memnsiitetis senyawa baru dengan aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan obat yang sudah ada, menguji aktivitas sitotoksik senyawa secara in vitro pada sel kanker dan menganalisi hubungan struktur-aktivitas untuk menemukan senyawa dengan efek samping minimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode memodifikasi struktur senyawa, uji aktivitas biologis (in vitro & in vivo) dan analisis qsar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa 1-(4-tert-butilbenzoiloksi) urea memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih tinggi dibandingkan 1-(benzoiloksi)urea dan hidroksiurea. Nila dari senyawa ini adalah 59,15 μg/mL, lebih rendah dibandingkan senyawa pembanding lainnya (hidroksiurea: 430,21 μg/mL), yang berarti senyawa ini lebih efektif dalam membunuh sel kanker, beberapa turunan N-benzoyl-N'-(4-fluorophenyl) thiourea menunjukkan kemungkinan efek mutagenik, sehingga aspek toksisitas perlu diperhatikan.