ABSTRACK penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk Bokasi daun ketapang terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, mengetahui pengaruh pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan mengetahui interkasi pupuk Bokasi dan pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari awal bulan juli sampai dengan November 2022 dan bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah pupuk SP 36 (S) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: S0 = (kontrol), S1 = 2,25 g/polybag, S2 = 4,5 g/polybag, S3 = 6,25 g/polybag, faktor kedua pupuk Bokasi (B) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: B0 = (kontrol), B1 (Bokasi) = 120 g/polybag, B2 = 135g/polybag, B3 = 150g/polybag. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian jenis pupuk SP 36 berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, Panjang daun. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada S3 yaitu 6,25 g/polybag. Selanjutnya pemberian pupuk bokasi daun ketapang berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, panjang daun. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada B3 yaitu 150 g/polybag. Kemudian interaksi pupuk SP 36 dengan dosis 6,25 g/polybag dan pupuk Bokasi daun ketapang dengan dosis 150 g/polybag sudah mencukupi kebutuhan unsur hara pada bibit kelapa sawit (Elaeis guneensis Jacq.) di pre nursery. Dari hasil penelitian dapat disarankan untuk menggabungkan pupuk bokasi daun Ketapang 150 g/polybag dan pemberian pupuk SP 36 dengan dosis 6, 25 g/polybag karena memberikan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang terbaik di pre nursery. Kata kunci : Pre Nursery, Pupuk Bokasi, Pupuk Sp 36