Kesuma, Beny
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN KELENTUKAN DINAMIS DAN STATIS TERHADAP GERAK SPLIT SPLIT DAN TINGGI TENDANGAN PADA DOJO LEMKARI MERANTI Fitriani, Lisa; Kesuma, Beny
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 4 No. 01 (2025): Februari
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v4i01.64

Abstract

Penelitian ini menganalisis latihan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan dojo lemkari khususnya pada gerakan split dan tendangan, seperti bimbingan penelitian untuk berlatih menggunakan split dan tendangan tinggi metode latihan dinamis dan statis. Penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen yang menggunakan one group pretest dan postest, Split merupakan gerak merentangkan kaki selebar mungkin dengan penguasaan gerak split yang baik akan sangat mempengaruhi kenyamanan gerak saat latihan gerakan ada 2 macam gerak belah yaitu belah depan dan belah samping. Gerakan split depan adalah regangkan kedua kaki ke depan dan kebelakang, belah kesamping regangkan keduanya kaki kesamping kiri dan kanan. Gerak tendangan merupakan suatu gerakan menyerang dalam karate diperlukan gerakan split yang baik untuk mendapatkan tendangan yang baik. Kata Kunci: Elastisitas,gerak belah dan tendangan tinggi
DAYA TAHAN (ENDURANCE) PADA ATLET PASI KAB. KAMPAR DI BANGKINANG KOTA Setiawan, Muhammad Bayu; Kesuma, Beny
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 4 No. 01 (2025): Februari
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v4i01.63

Abstract

Daya tahan atau endurance adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan aktivitas fisik dalam waktu yang lama tanpa mengalami penurunan performa signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur daya tahan atlet Pashih Kampar di Bangkinang Kota melalui tes lari 2,4 km dalam waktu 12 menit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data langsung melalui pengamatan lapangan dan pengisian form penilaian. Subjek penelitian terdiri dari 12 atlet laki-laki dan perempuan yang diuji daya tahannya berdasarkan jarak yang ditempuh dalam waktu yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat kebugaran fisik: 16,7% atlet termasuk kategori "baik sekali," 25% kategori "baik," 33,3% kategori "sedang," dan 25% kategori "kurang." Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar atlet memiliki daya tahan fisik yang cukup baik, meskipun ada kebutuhan untuk meningkatkan kebugaran beberapa individu. Kesimpulannya, tes lari 2,4 km dalam waktu 12 menit merupakan alat yang efektif untuk menilai kebugaran kardiovaskular atlet. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk perencanaan program latihan yang terfokus pada peningkatan daya tahan fisik atlet, khususnya bagi mereka yang berada pada kategori "sedang" dan "kurang."