Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POLA INTERAKSI SOSIAL ETNIS BUGIS MAKASSAR: Dinamika Kerukunan Hidup Umat Beragama di Kota Sorong Muhammad Rusdi Rasyid
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.532 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.179

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian tentang dinamika kerukunan hidup umat beragama di Kota Sorong,dengan obyek penelitian yaitu pola interaksi sosial etnis Bugis Makassar. Pengumpulan data dilakukandengan wawancara kepada pejabat pemerintah, tokoh masyarakat atau tokoh adat, pemimpin keagamaandan sejumlah umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial etnis Bugisdengan the others yang seagama dapat dilihat; Pertama pada aktivitas ritual keagamaan, interaksi sosialterjadi pada kegiatan buka puasa bersama, shalat tarwih, pemberian zakat fitrah, hari lebaran, danpelaksanaan ibadah qurban. Kedua, pada dimensi sosial, adanya ikatan pernikahan antar etnis yangseagama. Ketiga, pada aktor personal yang dapat dilihat pada hubungan kekeluargaan, keramahan,saling membantu dan saling menghormati. Pola interaksi sosial etnis Bugis dengan the others yang tidakseagama dapat dilihat; Pertama, pada jalinan kerja sama lintas umat melalui aktivitas keagamaan padahari raya, dalam bentuk silaturrahim dengan melakukan kunjungan. Kedua, mengonstruksi kohesisosial. Etnis Bugis dapat membangun sebuah hubungan dalam kehidupan masyarakat pada aspeksosial, ekonomi dan budaya. Dan Ketiga, menciptakan lingkungn kondusif dengan menguatkan ikatanemosional kekeluargaan, mengedepankan sikap moralitas dan berinteraksi dengan pola keterbukaan.
COVID-19 DAN IBADAH ( RESISTENSI PERUBAHAN HUKUM ISLAM DALAM MEMPERTAHANKAN RUTINITAS IBADAH) Sudirman Sudirman; Edi Gunawan; Muh Rusdi Rasyid
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v6i1.1583

Abstract

Abstract: This research examines Covid-19 and worship as a resistance to changes in Islamic law in maintaining routine worship. The study used a qualitative descriptive approach and obtained data through interviews, observation and documentation. The results showed that Covid-19 had an impact on changes in the law of worship. however, in the change in law in worship, various different practices were found. There are community groups who continue to carry out worship routines in the mosque in congregation by carrying out according to Health protocols such as maintaining distance and wearing masks. There are also people who are resistant to legal changes so that they maintain the practice of worship as before before the pandemic. There are also people who situationally follow the state of practice carried out by the local community and there are also people who completely close places of worship. from these results indicate that not all people are subject to the changes in law that occurred during the pandemic so as to maintain the routine of worship rather than submit to the new law which results in endangering themselves. Keywords: Rasistency, Legal Change, Worship, Covid-19 Abstrak: Penelitian ini mengkaji Covid-19 dan ibadah sebuah resistensi perubahan hukum islam dalam mempertahankan rutinitas ibadah. penelitian menggunakan pendekatan deskriktif  kualitatif dan memperoleh data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C0vid-19 memberikan dampak terhadap perubahan ukum ibadah. namun dalam perubahan hukum dalam ibadah tersebut ditemukan berbagai praktik pengamalan yang berbeda. Terdapak kelompok masyarakat yang tetap menjalankan rutinitas beribadah dalam masjid secara berjamaah dengan menjalankan sesuai protokoler Kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker. Juga terdapat masyarakat yang rasisten terhadap perubahan hukum sehingga mempertahankan raktik beribadah sebgaimana dulu sebelum pandemi. Juga terdapat masyarakat yang situasional mengikuti keadaan praktik yang dilakukan oleh masyarakat setempat dan juga terdapat masyarakat yang total menutup tempat ibadah. dari hasil tesebut menunjukkan bahwa tidak semua masyarakat tunduk terhadap perubahan hukum yang terjadi saat ppandemi sehingga mempertahankan rutinitas ibadah ketimbang tunduk kepada hukum yang baru yang berakibat pada membahayakan dirinya.Kata Kunci: Rasistensi, Perubahan Hukum, Ibadah, Covid-19
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL AIMAS KABUPATEN SORONG Muhammad Rusdi Rasyid
Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2018): Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/transformasi.v2i1.313

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi dan pendekatan keilmuan berupa sosiologis dan historis. Tujuan penelitian ini adalah; 1) untuk menemukan dan mendeskripsikan motivasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan Islam nonformal, 2) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk pengembangan pendidikan Islam nonformal di Aimas Kabupaten Sorong. Adapun sumber data penelitian ini adalah tokoh masyarakat, para pembina, pembimbing, tenaga pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Tahap selanjutnya adalah teknik pengolahan data dan analisis data dilakukan dengan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor penting yang menjadi motivasi pengembangan pendidikan Islam nonformal pada masyarakat transmigran Aimas Kabupaten Sorong, yaitu: 1) rendahnya pemahaman keagamaan, 2) ekonomi. Bentuk pengembangan pendidikan Islam nonformal ada tiga, yaitu melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), dan Majelis Taklim (MT).
Faham Emanasi Dalam Filsafat Muhmmad Rusdi Rasyid
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 8 No 2 (2016): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emanation becomes the first mover classical philosophy. There are always faced with two contradictory as that work and that done, spirit and matter, the creator and the created. The first mover places outside natural birth, transcendental nature. This understanding implies the ultimate reality which is the source of all things, which is God, which then appear in another reality in the source with the overflow. The human world is an emanation of the soul while the soul is an emanation of the Spirit (Nous), and the spirit of the first emanation from the one (To Hen). World unite, as possessed by the Soul of the World as the emanation of Soul. The world and man is distinguished, but basically everything is permeated by the power and light source, namely the One. The appearance of the home then this is the nature of the origin as the emergence of heat from the embers emergence of light from the light source. Which was the cause and origin of the foundation of everything, and which then emerges from the origin of it by itself without moving, without want, without approval. This article elaborates the world of emanation in general.