Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. penderita hipertensi yang masih kesulitan untuk mengontrol tekanan darah Sejauh ini, masyarakat hanya berfokus pada pengobatan farmakologi, sedangkan terapi nonfarmakologi seperti pijat refleksi juga dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan pengobatan. . Pijat refleksi dilakukan dengan memberikan penekanan pada titik refleksi tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi pijat refleksiĀ untuk menurunkan tekanan darah lansia hipertensi. Desain penelitian ini adalah quasy-eksperimental, menggunakan pendekatan pretest posttest control group design. Penelitian ini melibatkan 30 lansia yang menderita hipertensi di Panti Wreda Hargo Dedali dan Panti Wreda Usia Anugerah Surabaya, dengan pembagian 15 lansia sebagai kelompok perlakuan dan 15 lansia sebagai kelompok kontrol. SOP Pijat refleksi, sphygmomanometer digital, dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test dan Mann-Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah lansia hipertensi mengalami penurunan setelah dilakukan pijat refleksi ( p value0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa pijat refleksi dapat menjadi pengobatan nonfarmakologi yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Direkomendasikan untuk melibatkan sampel yang lebih besar, serta mengontrol variabel perancu secara lebih ketat agar efektivitas pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah dapat diketahui dengan hasil yang lebih kuat dan dapat digeneralisasi.Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. penderita hipertensi yang masih kesulitan untuk mengontrol tekanan darah Sejauh ini, masyarakat hanya berfokus pada pengobatan farmakologi, sedangkan terapi nonfarmakologi seperti pijat refleksi juga dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan pengobatan. . Pijat refleksi dilakukan dengan memberikan penekanan pada titik refleksi tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi pijat refleksiĀ untuk menurunkan tekanan darah lansia hipertensi. Desain penelitian ini adalah quasy-eksperimental, menggunakan pendekatan pretest posttest control group design. Penelitian ini melibatkan 30 lansia yang menderita hipertensi di Panti Wreda Hargo Dedali dan Panti Wreda Usia Anugerah Surabaya, dengan pembagian 15 lansia sebagai kelompok perlakuan dan 15 lansia sebagai kelompok kontrol. SOP Pijat refleksi, sphygmomanometer digital, dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test dan Mann-Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah lansia hipertensi mengalami penurunan setelah dilakukan pijat refleksi ( p value 0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa pijat refleksi dapat menjadi pengobatan nonfarmakologi yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Direkomendasikan untuk melibatkan sampel yang lebih besar, serta mengontrol variabel perancu secara lebih ketat agar efektivitas pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah dapat diketahui dengan hasil yang lebih kuat dan dapat digeneralisasi.