Gizi kurang merupakan masalah kesehatan yang dialami oleh beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Stunting merupakan kondisi akibat kekurangan gizi yang terjadi selama masa pertumbuhan dan perkembangan sejak kehamilan. Kondisi stunting mengakibatkan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya, serta mengalami gangguan perkembangan otak dan juga kognitif yang tidak dapat dipulihkan sehingga pertumbuhan akan terhambat. Salah satu faktor risiko penyebab terjadinya stunting adalah defisiensi vitamin A. Defisiensi vitamin A dapat menghambat pertumbuhan dan pembentukan tulang serta mempengaruhi homeostasis dan metabolisme besi. Selain itu, defisiensi zat gizi mikro juga dapat menyebabkan kehilangan berat badan, kegagalan tumbuh kembang pada anak dan penyebab penurunan cadangan zat gizi yang berpengaruh terhadap penurunan imunitas. Minyak sawit merah kaya akan α- dan β-karoten. Kandungan karoten (sebagai pro-vitamin A) pada MSM berpotensi untuk penanggulangan masalah gizi dan suplemen makanan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat potensi minyak sawit merah dalam meningkatkan berat badan pada tikus wistar yang diinduksi malnutrisi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian true experimental dengan menggunakan 25 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur wistar umur 3-4 minggu yang akan dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu Kontrol Normal, K(-), P1, P2, P3. Uji One Way-ANOVA dilakukan untuk menganalisis data berat badan dan didapatkan hasil penelitian adanya perbedaan berat badan yang signifikan (p=0.001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan berat badan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan pada tikus yang diinduksi malnutrisi. Kelompok P1 memiliki dosis paling efektif dalam meningkatkan berat badan tikus.