Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Dan Weighted Product (WP) Dalam Pemilihan Aplikasi Belanja Sayur Online Nisrina Nur Puspanegara; Dwi Asih Haryanti
Journal of Informatics Management and Information Technology Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jimat.v5i2.471

Abstract

The selection of the right online vegetable shopping application is becoming increasingly important as public awareness of a healthy lifestyle grows. The aim of this study is to develop a Decision Support System (DSS) that can help consumers choose the best online vegetable shopping application. This research contributes to the development of a decision support system for selecting an online vegetable shopping application by comparing the performance of two multi-criteria methods: Simple Additive Weighting (SAW) and Weighted Product (WP). A case study was conducted on three applications HappyFresh, Segari, and Sayurbox considering criteria such as price, product quality, application convenience, and promotions. This research is quantitative in nature, aiming to test predetermined hypotheses. The data sources used in this study include both primary and secondary data. The sampling technique applied was purposive random sampling, involving 100 respondents. The selected respondents were users of HappyFresh, Sayurbox, and Segari applications residing in the Jabodetabek area. The analysis results show that both methods produced consistent rankings, with the HappyFresh application consistently ranking first. This indicates that HappyFresh has the best performance in meeting user expectations based on the established criteria. Based on calculations using the SAW and WP methods, HappyFresh obtained the highest score in both methods, with a score of 1 using SAW and 0.3341 using WP. This suggests that HappyFresh is the most recommended application among HappyFresh, Sayurbox, and Segari..
Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Emisi Gas Rumah Kaca dari Perspektif Green Accounting pada Perusahaan Industri Dasar dan Kimia di Indonesia Fara Putri Syakira; Dwi Asih Haryanti
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.654

Abstract

Pengungkapan emisi gas rumah kaca (greenhouse gas disclosure) menjadi isu penting di era keberlanjutan, namun di Indonesia penerapannya masih bersifat sukarela sehingga belum merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja lingkungan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap pengungkapan emisi gas rumah kaca pada perusahaan sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan dan keberlanjutan, serta dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, kinerja lingkungan dan leverage berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan emisi, sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor skala perusahaan, finansial dan lingkungan lebih dominan meskipun skala profit perusahaan tidak berpengaruh dalam mendorong keterbukaan emisi. Kesimpulannya, pengungkapan emisi gas rumah kaca di Indonesia lebih dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan dibandingkan faktor keuangan, sehingga diperlukan regulasi yang lebih tegas untuk meningkatkan transparansi lingkungan.
Pemberdayaan Wisata Desa melalui Digital Tourism dan Promosi Media Sosial di Desa Cihanjawar Yanti Trianita; Iqbal Al Khazim; Dwi Asih Haryanti; Yohanes Ari KY; Olly Aurora; Pipit Fitriyah; Choirul Umam; Susilowati Dyah K; Edy Prihantoro; Noviawan Rasyid O
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/abdimasug.2026.v6i1.307

Abstract

Desa Cihanjawar Kabupaten Purwakarta memiliki potensi wisata lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik ekonomi masyarakat, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus wisata desa, khususnya anggota karang taruna, dalam penerapan digital tourism dan strategi promosi berbasis media sosial. Metode pelaksanaan diawali dengan analisis kebutuhan melalui survei sederhana, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan yang dilaksanakan selama satu bulan oleh tim tenaga pengajar Universitas Gunadarma. Hasil kegiatan menunjukkan terciptanya interaksi dan komunikasi yang baik antara pemateri dan peserta, tercapainya target materi pelatihan, meningkatnya pemahaman peserta terhadap penerapan digital tourism, serta kemampuan pengajar dalam memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi peserta selama pelatihan berlangsung. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota karang taruna dalam mempromosikan potensi wisata desa secara lebih efektif, kreatif, dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan koordinasi lintas disiplin ilmu oleh LPPM Universitas Gunadarma turut mendukung keberhasilan program berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang sinergis antara institusi pendidikan dan masyarakat agar pelaksanaan pelatihan serupa dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.   Cihanjawar Village in Purwakarta Regency has local tourism potential that can be developed as an economic attraction for the community; however, its utilization has not been optimal due to the limited capability of human resources in using social media as a promotional medium. This community service activity aimed to improve the capacity of village tourism managers, particularly youth organization members, in implementing digital tourism and social media-based promotional strategies. The implementation method began with a needs analysis conducted through a simple survey, followed by a one-month training program carried out by lecturers from Universitas Gunadarma. The results showed the establishment of effective interaction and communication between trainers and participants, the achievement of training material targets, increased participants’ understanding of digital tourism implementation, and the instructors’ ability to provide solutions to challenges encountered during the training process. This activity successfully enhanced the knowledge and skills of youth organization members in promoting village tourism potential in a more effective, creative, and sustainable manner. In addition, cross-disciplinary coordination implemented by the Community Service Institute of Universitas Gunadarma contributed to the success of the information and communication technology-based program. Therefore, synergistic collaboration between educational institutions and the community is necessary to ensure that similar training programs can be implemented more optimally and sustainably.