Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tahapan Legislasi Perda Wajib Belajar Pendidikan Budaya Alam Minangkabau di Satuan Pendidikan Formal Tingkat Dasar Oleh DPRD Kota Pariaman Mulia Putri Wijaya
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 2 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the stages of legislation of the Regional Regulation (Perda) on Compulsory Education of Minangkabau Natural Culture in elementary formal education units carried out by the Pariaman City DPRD. The background of this study is the importance of preserving Minangkabau culture through formal education as an effort to maintain the identity and values ​​of local culture amidst the development of the times. The purpose of the study is to analyze the legislative process of the Perda starting from initiation, discussion, to ratification by the Pariaman City DPRD. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through documentation studies and interviews with DPRD members and related parties. The findings of the study indicate that the legislative process of this Perda involves the active participation of various elements of society and traditional institutions, and considers Minangkabau cultural values ​​rooted in the philosophy of the traditional basandi syarak-syarak basandi Kitabullah. The implication of this study is that the Perda is not only a legal product, but also an important instrument in preserving culture through education, which can be a model for other regions in integrating local cultural values ​​into the formal education system.
MEMBANGUN BUDAYA RISIKO DI LINGKUNGAN BIROKRASI PENDIDIKAN Mulia Putri Wijaya
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/pm1w7051

Abstract

Birokrasi pendidikan di Indonesia hingga saat ini masih sering dihadapkan pada berbagai tantangan struktural dan kultural, seperti prosedur administratif yang kaku, rendahnya inisiatif aparatur, serta adanya ketakutan terhadap kegagalan dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat lahirnya inovasi serta menurunkan kemampuan organisasi pendidikan dalam merespons berbagai risiko yang muncul, baik risiko operasional, keuangan, maupun reputasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembangunan budaya risiko (risk culture) dalam lingkungan birokrasi pendidikan melalui penguatan komitmen kepemimpinan, peningkatan edukasi bagi para pemangku kepentingan, serta integrasi manajemen risiko ke dalam proses pengambilan keputusan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada lembaga pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya risiko yang kuat mampu meningkatkan akuntabilitas organisasi, meminimalkan potensi praktik korupsi, serta mendukung terciptanya tata kelola pendidikan yang lebih transparan dan efektif. Hal ini tercermin dari penerapan strategi berbagi risiko (risk sharing) dan pengurangan risiko (risk mitigation) yang telah dijalankan pada institusi pendidikan serupa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peran pimpinan birokrasi pendidikan dalam menerapkan tahapan yang konsisten, seperti knowledge sharing, pelatihan berkelanjutan, serta sistem penghargaan (reward system), guna mentransformasi budaya organisasi yang apatis menjadi budaya yang sadar risiko.