Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Kompetensi Guru Berdasarkan UU No 14 Tahun 2005 di Era Society 5.0 Ahmad Rafiky; Fuji Rahmadiah; Husni Zakiyah; Rully Hidayatullah; Hadeli
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 2 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To complete their duties, a teacher must possess competence. Teachers must understand various approaches, strategies, methods, and digital media related to learning in today's technological era. If teachers cannot keep up with the use of technology in education in the digital age, students who are active and quick to adapt to technology will become a significant challenge. Therefore, to achieve effective and efficient learning outcomes in this technological era, teachers must possess digital skills.  In this article, a descriptive qualitative research method is used by collecting various literature sources. According to Law No. 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, Article 8 states that every teacher must possess teaching competence. Competence refers to a set of knowledge, skills, and behaviors that teachers must have, internalize, and master in carrying out their professional duties.  Various studies have proven the importance of teacher competence in the educational and learning process. Among them is research conducted by Kay in 1980, as cited by Rohmat Mulyana (2003:1), which concluded that a teacher's teaching ability is one of the variables that significantly influences students' academic competence.  The Republic of Indonesia Law No. 14 of 2005 on Teachers and Lecturers stipulates four basic competencies that teachers must possess: pedagogical, personal, professional, and social competencies.  The purpose of this study is to explain the digital competencies that teachers must have to ensure successful learning activities in the digital era. In conclusion, teachers must possess digital skills to face the challenges of teaching in the digital age. 
Integrasi Nilai Islam dalam Budaya Minangkabau melalui Konsep Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah Fathoni Hidayatulloh; Ahmad Rafiky; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai Islam dalam budaya Minangkabau melalui konsep Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah sebagai landasan normatif kehidupan masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui penelaahan berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi antara adat dan Islam di Minangkabau terbentuk melalui proses historis yang panjang dan dialogis, sehingga menghasilkan sintesis nilai yang harmonis dan adaptif. Konsep tersebut tidak hanya memiliki dimensi filosofis yang kuat, tetapi juga terimplementasi secara konkret dalam struktur sosial, norma kehidupan, serta praktik pendidikan masyarakat. Pendidikan berperan strategis dalam mentransmisikan nilai-nilai tersebut melalui jalur keluarga, surau, dan lembaga formal, sehingga terbentuk karakter masyarakat yang religius dan berbudaya. Tantangan pada era kontemporer yang ditandai oleh globalisasi dan perubahan sosial menuntut adanya upaya revitalisasi nilai agar tetap relevan tanpa kehilangan substansi. Temuan ini menegaskan bahwa konsep Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tetap memiliki signifikansi sebagai model integrasi nilai yang mampu menjawab dinamika zaman.