Spillway merupakan bangunan hidrolik yang dibangun untuk menyalurkan aliran banjir lewat bendungan dengan tanpa membahayakan keamanan bendungan. Dari kelebihan kapasitas yang sudah meluap (overtopping) tersebut nantinya akan dialirkan ke bagian hilir. Bendungan dengan tambahan pintu pada pelimpah terbukti memiliki kemampuan mengurangi debit banjir dibandingkan dengan bendungan sejenis tanpa pintu atau pelimpah tetap. Kedudukan bangunan pelimpah sebagai tombak bangunan pengaman bendungan dari limpasan mengharuskan ketelitian dalam perencanannya. Waduk yang dibangun nantinya harus mampu menyimpan kapasitas air guna memenuhi kebutuhan air dan aman terhadap banjir yang direncanakan, sehingga diperlukan perencanaan pintu air spillway yang mampu mereduksi banjir. Dalam proyek akhir ini dilakukan analisis hidrologi yang nantinya akan digunakan sebagai dasar perencanaan. Setelah itu, direncanakan penambahan pintu spillway. Sistem operasi pintu yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software HEC-HMS. Analisis yang dilakukan dengan membuat 6 skenario yang akan diterapkan menjadi beberapa kondisi. Pada sistem operasi pintu ini ditinjau sesuai perencanaan menggunakan debit banjir rancangan Q1000 dan sebagai kontrol menggu-nakan QPMF. Hasil perhitungan didapatkan perencanaan pintu spillway dengan desain tipe pintu slide gate. Dimensi pintu dengan lebar 6.3 m, tinggi pintu 3.5 m, dan lebar pilar 1.6 m. Kemudian hasil pemodelan menunjukkan bahwa pola operasi pintu yang memenuhi syarat jagaan minimum untuk Q1000 menghasilkan prosentase retensi tebesar yaitu 67.88% pada skenario 4 dengan bukaan 1 m. Sedangkan hasil pemodelan pola operasi pintu yang memenuhi syarat jagaan minimum untuk QPMF menghasilkan prosentase retensi terbesar yaitu 42.16% pada skenario 4 dengan bukaan pintu 3 m.