Raden Mutiara Puspa Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Tingkat Stres dan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja di SMK Jakarta Barat Zahra Putri Nafisah; Salma Annisa; Raden Mutiara Puspa Wijaya
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7565

Abstract

Stres terjadi ketika individu merasa adanya ketidakseimbangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuannya untuk mengatasi situasi yang dianggap mengancam atau berbahaya bagi kesehatannya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara tingkat stres dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK Jakarta Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan instrumen alat ukur tingkat stres yaitu Perceived Stress Scale (PSS) 10, sedangkan untuk mengukur perilaku seksual berisiko menggunakan Skala Guttman. Penelitian ini menganalisis hubungan antara tingkat stres dan perilaku seksual berisiko menggunakan uji Chi-Square dengan teknik pengambilan sampel Random Sampling. Hasil analisis menunjukkan nilai Chi-Square sebesar 0,035 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan perilaku seksual berisiko pada populasi yang diteliti, dengan margin of error 5%. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi para pendidik dan orang tua untuk lebih menyadari pentingnya pendidikan kesehatan mental dalam mengurangi perilaku berisiko. Dengan demikian, perlu adanya fokus yang lebih besar pada inisiatif dan kebijakan pendidikan kesehatan mental di lingkungan rumah dan sekolah. Kata kunci: remaja, tingkat stres, perilaku seksual berisiko
GAMBARAN TINGKAT KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DALAM MEWUJUDKAN INKLUSI SOSIAL DAN PERAN GURU BK DI SEKOLAH DASAR Rosita, Tita; Raden Mutiara Puspa Wijaya
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): Vol 9, No 2 Maret 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i2.29890

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of students' social skills in the implementation of social inclusion and the role of guidance counselors in public elementary schools. The research method used was quantitative with a survey approach. The research sample consisted of 137 fourth and fifth grade students at Public Elementary School 08 Lubang Buaya in Jakarta. The criteria for students who filled out the questionnaire were that they were peers who had friends with disabilities in their class. Based on the results of the study, the majority of students had moderate social skills, namely 96 students (70.1%), 26 students (19%) had high social skills, and 16 students (10.9%) had low social skills. These findings indicate that students' abilities to interact, empathize, and accept differences have begun to develop, but have not yet developed optimally. Therefore, the role of guidance counselors is needed to strengthen social skills through individual and group counseling programs to foster empathy, cooperation, and acceptance of differences. This will enable students with special needs to integrate with their peers into the social ecology of the school.