Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN DNA BARCODING DALAM IDENTIFIKASI SPESIES TANAMAN LANGKA DALAM UPAYA KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI Habil Akbar; Sailana Mira Rangkuty; Rizka Juliana Siregar; Widya Purnama Sitanggang
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 2 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v23i2.444

Abstract

Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman ekosistem, yang berbeda kepunahan akibat aktivitas humana dan perubahan lingkungan. DNA barcoding adalah teknik identifikasi spesies berdasarkan analisis fragmen pendek DNA yang relatif stabil dan dapat dibedakan antarspesies. Marker genetik seperti matK, rbcL, ITS, dan trnH-psbA telah digunakan untuk mengidentifikasi berbagai spesies tanaman. Studi pustaka menunjukkan bahwa DNA barcoding mempengaruhi akurasi identifikasi spesies yang sebelumnya sulit dibedakan dengan metode konvensional. DNA barcoding memiliki peran dalam mendukung upaya konservasi, seperti pemetaan hayati, monitoring populasi tanaman langka, dan restorasi habitat. Implementasi metode ini memudahkan peneliti, konservasionis, dan otoritas terkait dalam mengambil kebijakan berbasis data yang lebih akurat dan efektif. DNA barcoding berkontribusi signifikan terhadap perlindungan spesies langka dan keberlanjutan hayati di masa mendatang.
ANALISIS FAKTOR KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN TANAMAN JERUK DENGAN PENDEKATAN STEM: STUDI EKSPERIMEN PADA MAHASISWA Indah Nurkhofifah; Sailana Mira Rangkuty; Siti Fathiya Dwinda Sastra; Husniatunnisa
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 23 No 2 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v23i2.449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyambungan tanaman jeruk menggunakan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada mahasiswa. Penyambungan merupakan teknik penting dalam budidaya jeruk yang memerlukan pemahaman mendalam tentang ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika. Penelitian ini dilakukan melalui eksperimen dengan melibatkan mahasiswa sebagai subjek yang dibagi dalam kelompok berdasarkan latar belakang pendidikan dan keterampilan praktis mereka. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi teknik penyambungan yang digunakan, pemilihan jenis tanaman, serta ketepatan waktu dan kondisi lingkungan yang mendukung keberhasilan penyambungan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil penyambungan dan wawancara untuk memahami pemahaman mahasiswa tentang prinsip-prinsip STEM yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEM meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai proses penyambungan dan meningkatkan tingkat keberhasilan tanaman jeruk yang disambung. Selain itu, keterampilan praktis dan pengetahuan teknis yang diperoleh mahasiswa melalui pendekatan ini terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil eksperimen. Penelitian ini menyarankan integrasi pendekatan STEM dalam pendidikan pertanian untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman ilmiah mahasiswa dalam praktik pertanian modern.
SENI DAUR ULANG CANGKANG TELUR : PRODUK ECO SHELL UNTUK SEHARI-HARI Anggiat Rianti Debora Oppusunggu; Azarya Debora Tampubolon; Elisabet Banjarnahor; Lutria Martauli Sihite; Santi Grace Panjaitan; Tiur Cahyati Manurung; Sailana Mira Rangkuty
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2250

Abstract

Limbah dari cangkang telur adalah salah satu bentuk limbah organik yang banyak ditemukan di Indonesia dan seringkali belum dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat menjadi penyebab peningkatan pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengubah limbah cangkang telur menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan estetika tinggi, yang disebut Eco Shell, sebagai dukungan terhadap konsep kewirausahaan hijau dan ekonomi sirkular. Metodologi yang diterapkan adalah eksperimental dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mencakup langkah-langkah pembersihan, pengeringan, penghancuran cangkang telur, pencampuran dengan perekat dan tepung jagung, pencetakan, hingga tahap akhir penyelesaian produk. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa limbah cangkang telur dapat diolah menjadi berbagai jenis kerajinan seperti alas gelas, gantungan kunci, dan nampan perhiasan yang unik, fungsional, dan ramah lingkungan. Proses daur ulang ini tidak hanya membantu mengurangi limbah organik, tetapi juga menciptakan peluang bisnis baru serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Dengan demikian, inovasi seni daur ulang cangkang telur ini dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.