Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM COMPUTER SECURITY INCIDENT RESPONSE TEAM (CSIRT) DISKOMINFO KABUPATEN BANGKALAN MENGGUNAKAN METODE WATERFALL Amin Abdillah; Yasid, Achmad; Soesilo, Budi; Satoto, Budi Dwi
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 10 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/instek.v10i1.54532

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru dalam menjaga keamanan siber, khususnya di sektor pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menghadapi kebutuhan mendesak dalam membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai langkah strategis menangani ancaman siber. Sistem CSIRT berbasis website dirancang menggunakan metode Waterfall yang terdiri dari lima tahapan: analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pada tahap analisis kebutuhan, dikumpulkan informasi mengenai kebutuhan fungsional dan non-fungsional sistem. Desain dilakukan menggunakan Unified Modeling Language (UML) untuk merancang arsitektur sistem. Implementasi memanfaatkan Framework Laravel untuk aplikasi web dan MySQL sebagai basis data guna mengelola informasi insiden secara efisien. Pengujian dilakukan melalui User Acceptance Testing (UAT) yang mengacu pada standar ISO/IEC 9126 untuk mengukur kualitas sistem, pengujian yang dilakukan mencakup aspek functionality, reliability, efficiency, usability, maintainability, dan portability. Hasil UAT menunjukkan aplikasi mendapatkan penilaian sangat baik pada seluruh aspek. Functionality memperoleh nilai sebesar 91,3%, reliability 90,3%, usability 93,0%, efficiency 91,4%, maintainability 89,1%, dan portability 90,9%. Seluruh aspek masuk ke dalam rentang 80% sampai 100% sehingga termasuk dalam kategori 'Sangat Baik', menunjukkan aplikasi mampu memenuhi kebutuhan pengguna dengan tingkat kepuasan tinggi.
Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja An-Nahdiyah dalam Pembelajaran di Pondok Pesantren Salafi Sunanul Huda Kabupaten Sukabumi Cacang Cacang; Nurdin Nurdin; Amin Abdillah; Imam Asrofi; Ramdani Sutrisna; Meri Noviyanti; Salwaa Fatihah Mumtahanah
Jurnal Pendidikan Dirgantara Vol. 2 No. 4 (2025): November : Jurnal Pendidikan Dirgantara
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupendir.v2i4.802

Abstract

This study aims to thoroughly examine the triadic relationship among the Internalization of Aswaja An-Nahdliyah Values, the Pedagogic Competence of Ustadz/Ustadzah, and the Academic Supervision by the Kyai at the Salafi Sunanul Huda Islamic Boarding School in Sukabumi Regency. The research urgency is based on the vital role of the pesantren (Islamic boarding school) as a fortress of moderate ideology and the existence of a research gap that has not holistically integrated these three variables within the specific Salafi-Nahdliyyah context of the locus. The Aswaja An-Nahdliyah values central to the internalization process include Tawasuth (moderation), Tasamuh (tolerance), I'tidal (justice/firmness), Tawazun (balance), and Amar Ma'ruf Nahi Munkar (enjoining good and forbidding wrong). This internalization is carried out through the formal curriculum (teaching Kitab Kuning using the Sorogan and Bandongan methods) and the non-curricular aspects (Kyai/Ustadz role-modeling and pesantren living values). The study utilizes a qualitative approach with a Case Study design. Data collection employs Method Triangulation involving In-depth Interviews (Kyai, Ustadz, Students), Limited Participatory Observation (learning processes and cultural activities), and Document Study (Lesson Plans, curriculum, and supervision reports). Data analysis employs the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana (Data Condensation, Data Display, and Conclusion Drawing). The research findings are expected to formulate the Integrated Model of Triguna Santri in Aswaja An-Nahdliyah Internalization, which synergizes traditional pesantren methods with culture-based quality assurance. Practically, these findings will provide blueprints for quality assurance (Cultural-Authoritative Academic Supervision) and recommendations for pedagogical strategies for Ustadz/Ustadzah to enhance the transfer of values from the cognitive level to the affective and behavioral domains. This model is expected to become a benchmark for developing educator competence and strengthening religious moderation in similar pesantren.