Fortano, Nauvalla Farhan Putra
Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Nusa Tenggara Timur Menggunakan Metode Regresi Non-Parametrik Spline Truncated Fortano, Nauvalla Farhan Putra; Budiantara, I Nyoman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 5 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i5.150676

Abstract

Pengangguran adalah sebuah kondisi di mana indivi-du yang memenuhi syarat untuk bekerja, atau yang bisa disebut angkatan kerja, tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan keinginannya. Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki ting-kat pembangunan yang sangat rendah sekaligus angka kemis-kinan yang tinggi di Indonesia. Maka dari itu, diperkirakan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang besar. Namun kenyataannya, Nusa Teng-gara Timur memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang terbilang rendah yaitu sebesar 3,439. Ketidaksesuaian te-ori dengan kenyataan dari data merupakan alasan utama pen-tingnya dilakukan penelitian ini. Pada penelitian ini akan di-modelkan TPT dengan lima variabel yang diduga berpengaruh menggunakan metode Regresi Nonparametrik Spline Trun-cated. Kelima variabel tersebut antara lain, upah pekerja infor-mal, Persentase penduduk miskin, IPM, PDRB ADHK (2010), dan Angka Melek Huruf. Fungsi spline yang digunakan adalah spline truncated linear dan Model spline terbaik diperoleh de-ngan menggunakan titik knot optimal berdasarkan nilai Gene-ralized Cross Validation (GCV) terkecil. Hasil penelitian menun-jukkan model terbaik dari pemilihan titik knot optimum adalah menggunakan tiga titik knot dan semua variabel yang diguna-kan dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap TPT di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan koefisien determinasi dari model ini adalah sebesar 99,99%.