Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesesuaian lahan untuk Komoditas Tebu, Matoa, Vanili dan Jagung di wilayah Wonosalam, Jombang, Jawa Timur Jeni, Ken Bening Jiwa; Maroeto, Maroeto; Solekhah, Bella Agit; Sholikah, Dinna Hadi; Rosmala, Karina Inassyiva
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.486

Abstract

Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memiliki potensi agrikultur tinggi berkat ekosistem yang beragam, topografi variatif, iklim sejuk, dan jenis tanah yang mendukung. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Evaluasi kesesuaian lahan diperlukan untuk mengembangkan komoditas strategis seperti tebu, matoa, vanili, dan jagung, yang memiliki prospek pasar menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, untuk empat komoditas utama, yaitu tebu, matoa, vanili, dan jagung. Metode penelitian mencakup survei lapangan, pengambilan sampel tanah, analisis laboratorium, dan evaluasi menggunakan pendekatan sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di wilayah ini diklasifikasikan ke dalam kategori cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3), tergantung pada komoditas dan parameter lahan yang dianalisis. Faktor pembatas utama meliputi curah hujan, kandungan K2O yang rendah, pH tanah, N-total, drainase, dan kemiringan lereng. Beberapa kendala tersebut dapat diatasi melalui pemberian pupuk yang tepat dan penerapan teknik konservasi tanah seperti terasering atau agroforestri. Penelitian ini memberikan rekomendasi ilmiah untuk pengelolaan lahan secara optimal, dengan memperhatikan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan. Hasil evaluasi diharapkan menjadi acuan bagi pengambil kebijakan, petani, dan pihak terkait dalam mengembangkan sektor agrikultur berbasis potensi lokal di Wonosalam. Pendekatan ini juga dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik lahan serupa untuk mendukung pertanian yang produktif.
Kajian Pola Distribusi Tekstur terhadap Bahan Organik pada Berbagai Penggunaan Lahan Solekhah, Bella Agit; Priyadarshini, Rossyda; Maroeto, Maroeto
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1571

Abstract

Sifat fisik tanah adalah karakteristik yang mengidentifikasi jenis dan kondisi tanah secara fisik dan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Pada penggunaan lahan yang berbeda menunjukkan kondisi tekstur tanah yang berbeda pula, hal ini dikarenakan oleh sejumlah faktor seperti jenis vegetasi, aktivitas manusia, fraksi tanah dan kondisi lingkungan. Tekstur tanah dapat dipengaruhi oleh keberadaan bahan organik, hal ini dikarenakan bahan organik membantu dalam pembentukan agregat tanah sehingga berpengaruh terhadap tekstur dan struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi tekstur tanah terhadap bahan organik dan hubungan tekstur dengan ketersediaan bahan organik tanah pada berbagai penggunaan lahan di wilayah Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Penggunaan lahan tersebut meliputi sawah, kebun, dan tegalan, dengan melakukan analisis terhadap parameter tekstur dan bahan organik tanah. Metode Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), proses pengambilan sampel dilakukan secara acak di setiap kategori lahan, diambil sampel tanah terganggu pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm, kemudian hasilnya digabungkan. Proses pengambilan sampel diulang sebanyak 3 kali untuk setiap kategori lahan, sehingga totalnya diperoleh 9 sampel tanah. Hasil penelitian ini adalah analisis tekstur tanah pada penggunaan lahan sawah dan tegalan menunjukkan jenis tekstur tanah lempung berpasir sedangkan pada penggunaan lahan kebun menunjukkan jenis tekstur tanah lempung. Penggunaan lahan kebun memiliki kandungan bahan organik tanah tertinggi yaitu sebesar 1.59%, penggunaan lahan sawah sebesar 1.23%, dan penggunaan lahan tegalan sebesar 0.99%.