Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Kerajinan Batik Ecoprint Bagi Ibu-Ibu PKK RT 005 Cibiru Asri Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Mulyana, Yayan; Afriani Kusumadewi, Afriani Kusumadewi; Luciana, Luciana; Feny Nurherawati, Feny Nurherawati; Filly Pravitasari, Filly Pravitasari; Andri Riswandi, Andri Riswandi; Susi Maulinawati, Susi Maulinawati; Tiara Nurhuda, Tiara Nurhuda; Selly Musdalivakh, Selly Musdalivakh; Muhammad Zaidun Muchtar, Muhammad Zaidun Muchtar; Nelly Hapsari, Nelly Hapsari
ABDITEK NUSANTARA Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik ecoprint adalah teknik mencetak pada kain menggunakan pewarna alami dan membuat motif dari daun secara manual dengan menempelkannya hingga motif muncul pada kain. Salah satu teknik pewarnaan dalam eco-print adalah teknik meninju atau memukul. Teknik ini dianggap lebih sederhana dan lebih mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pelatihan keterampilan teknik penumbuk ecoprint, memberikan wawasan botani tentang daun yang memiliki jejak yang baik menggunakan teknik ekocetak tumbuk, dan memberikan wawasan kewirausahaan agar peserta dapat memanfaatkan teknik tubuk ekocetak untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di induk PKK RT 005 Cibiru Asri, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 orang termasuk ibu PKK RT 005 Cibiru Asri, dosen dan perwakilan mahasiswa. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode kuliah, metode presentasi dan dokumentasi. Hasil dari pelatihan ini adalah peserta dapat menerapkan ecoprint menggunakan teknik pounding, selain itu hasil variasi tata letak motif daun berdasarkan selera peserta pelatihan terlihat unik dan indah dengan warna yang sesuai dengan warna asli daun yang digunakan
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP EFEK HANDFEEL (PEGANGAN) DENGAN PENAMBAHAN SOFTENER PADA PROSES PENYEMPURNAAN KAIN RAYON 100% Mulyana, Yayan; Afriani Kusumadewi, Afriani Kusumadewi
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri tekstil di era globalisasi ini sangatlah pesat. Hal ini dapat diketahui dari persaingan antar perusahaan yang semakin meningkat. Bukan hanya perusahaan berskala besar dan internasional, bahkan perusahaan kecil pun juga mengalami persaingan global. Salah satu cara agar perusahaan mampu bertahan yaitu dengan menjaga dan meningkatkan kualitas barang produksinya agar tidak ditinggalkan para konsumen, berbicara soal kualitas, tidak terlepas dari standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup segala kegiatan produksi. Proses produksi di dalam industri tekstil salah satu diantaranya adalah proses penyempurnaan. Penyempurnaan adalah proses yang mengubah kain tenun atau rajutan menjadi bahan yang dapat digunakan lebih khusus lagi setelah pencelupan benang atau kain untuk meningkatkan tampilan, kinerja, atau tangan (rasa) hasil akhir. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan proses penyempurnaan, salah satunya adalah parameter temperatur, karena temperatur yang optimal pada proses penyempurnaan diperlukan untuk mendapatkan hasil akhir kain yang diinginkan seperti efek handfeel yang lembut, gramasi serta dimensional stability yang konsisten. Purnama Tirtatex memproduksi berbagai jenis kain yang digunakan untuk bahan pakaian. Jenis produksinya adalah poliester, rayon dan campuran dari keduanya yang digunakan untuk bahan formal yaitu kemeja. Untuk memenuhi keinginan dari konsumen maka pada proses akhir dilakukan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan yang dilakukan adalah dengan menambahkan softener supaya didapatkan efek handfeel yang lembut sesuai dengan standar yang diinginkan konsumen. Ketika menambahkan softener pada proses penyempurnaan, seringkali terjadi masalah seperti efek kekuningan setelah proses penyempurnaan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh faktor temperatur yang berbeda-beda pada saat proses penyempurnaan. CV. Purnama Tirtatex seringkali melakukan uji coba temperatur pada saat proses penyempurnaan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan temperature yang optimal pada saat proses penyempurnaan, sehingga hasil akhir tidak hanya memiliki efek handfeel lembut saja akan tetapi juga tidak merubah warna asli menjadi kekuningan karena penerapan temperatur yang terlalu panas. Adapun pada penelitian ini temperatur divariasikan menjadi 3 macam diantaranya adalah 1500C, 1800C dan 1900C.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP EFEK HANDFEEL (PEGANGAN) DENGAN PENAMBAHAN SOFTENER PADA PROSES PENYEMPURNAAN KAIN RAYON 100% Mulyana, Yayan; Afriani Kusumadewi, Afriani Kusumadewi
Teknologi Nusantara Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri tekstil di era globalisasi ini sangatlah pesat. Hal ini dapat diketahui dari persaingan antar perusahaan yang semakin meningkat. Bukan hanya perusahaan berskala besar dan internasional, bahkan perusahaan kecil pun juga mengalami persaingan global. Salah satu cara agar perusahaan mampu bertahan yaitu dengan menjaga dan meningkatkan kualitas barang produksinya agar tidak ditinggalkan para konsumen, berbicara soal kualitas, tidak terlepas dari standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup segala kegiatan produksi. Proses produksi di dalam industri tekstil salah satu diantaranya adalah proses penyempurnaan. Penyempurnaan adalah proses yang mengubah kain tenun atau rajutan menjadi bahan yang dapat digunakan lebih khusus lagi setelah pencelupan benang atau kain untuk meningkatkan tampilan, kinerja, atau tangan (rasa) hasil akhir. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan proses penyempurnaan, salah satunya adalah parameter temperatur, karena temperatur yang optimal pada proses penyempurnaan diperlukan untuk mendapatkan hasil akhir kain yang diinginkan seperti efek handfeel yang lembut, gramasi serta dimensional stability yang konsisten. Purnama Tirtatex memproduksi berbagai jenis kain yang digunakan untuk bahan pakaian. Jenis produksinya adalah poliester, rayon dan campuran dari keduanya yang digunakan untuk bahan formal yaitu kemeja. Untuk memenuhi keinginan dari konsumen maka pada proses akhir dilakukan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan yang dilakukan adalah dengan menambahkan softener supaya didapatkan efek handfeel yang lembut sesuai dengan standar yang diinginkan konsumen. Ketika menambahkan softener pada proses penyempurnaan, seringkali terjadi masalah seperti efek kekuningan setelah proses penyempurnaan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh faktor temperatur yang berbeda-beda pada saat proses penyempurnaan. CV. Purnama Tirtatex seringkali melakukan uji coba temperatur pada saat proses penyempurnaan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan temperature yang optimal pada saat proses penyempurnaan, sehingga hasil akhir tidak hanya memiliki efek handfeel lembut saja akan tetapi juga tidak merubah warna asli menjadi kekuningan karena penerapan temperatur yang terlalu panas. Adapun pada penelitian ini temperatur divariasikan menjadi 3 macam diantaranya adalah 1500C, 1800C dan 1900C.