Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Microwave assisted extraction of anthocyanin from purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) using deep eutectic solvent (DES) based on citric acid Evitasari, Rachma Tia; Rofiqoh, Hana; Damayanti, Putri Alfina; Chusna, Firda Mahira Alfiata
Jurnal Rekayasa Proses Vol 16 No 2 (2022): Volume 16, Number 2, 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.72046

Abstract

Purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) is one of the tubers or roots that is widely grown in Indonesia that contain high antioxidants. One type of flavonoid that functions as an antioxidant is a natural dye called anthocyanin. In the process of extraction of anthocyanin, the solvent has an important role. In this research, the deep eutectic solvent was used because it is more economical and environmentally friendly. This research will optimize the microwave assisted extraction of anthocyanin content in purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) using a deep eutectic solvent with the variation of material to solvent ratio, microwave power, and extraction time. Optimization is done by using the statistical method Response Surface Method (RSM) with Total Anthocyanin content as a response. The optimum operating conditions for the extraction of anthocyanins from purple sweet potato using the deep eutectic solvent were obtained at a solid to solvent ratio of 1:29 at a microwave power of 270 watts for 193 s, with an optimum TAC value of 311.64 mg/L and an antioxidant value of 44.85%. The use of DES can increase the extraction yield and is environmentally friendly.
Implementasi Metode An-Nashr Terhadap Pengembangan Tanggung Jawab Siswa Di MI Azzainiyah II : Analisis Pengalaman Angket Diary Jurnal Damayanti, Putri Alfina; El Iqbali, Muhammad Mushfi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i2.1405

Abstract

Perputaran global yang beriring dengan kemajuan teknologi semakin membuat ilmu pengetahuan dapat mudah untuk diperoleh dari mana saja, apa saja dan kapan saja. Namun pembekalan dalam menghadapi kemajuan tidak hanya membutuhkan bekal pengetahuan dan  pemahaman namun juga karakter. Pengetahuan tanpa adanya karakter tidak akan cukup untuk membekali manusia dalam kehidupan sehari-hari.  Hal ini karena karakter tidak cukup hanya untuk diajarkan dalam bentuk pengetahuan, namun juga sampai tertanam dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Maka dari itu dalam pendidikan karakter yang dilaksanakan disekolah tidak cukup dengan diajarkan dalam mata suatu mata pelajaran, namun perlu untuk diinternalisasikan dalam semua mata pelajaran,  kegiatan dan progam sekolah yang diselenggarakan. Sebagaimana yang peneliti observasi di MI Azzainiyah II yang menerapkan kegiatan intrakurikuler Metode an-Nashr dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan ramah terhadap siswa sehingga memungkinkan internalisasi karakter tanggung jawab siswa secara instrinsik. Sehingga dengan ini peneliti melakukan penelitian terkait pengembangan karakter tanggung jawab siswa yang bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode an-Nashr dalam mengembangkan tanggung jawab siswa di MI Azzainiyah II. Selain itu, peneliti juga menganalisis pengalaman tanggung jawab siswa menggunakan angket dengan desain jurnaling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode an-Nashr dapat digunakan untuk mengintegrasikan pengembangan karakter tanggung jawab siswa bedasarkan rasa percaya dan pemahaman  terhadap tanggung jawab yang diterapkan dalam kegiatan Metode an-Nashr. Hal ini didukung dengan sistem MI Azzainiyah II yang memberikan fleksibilitas dan rasa percaya yang diberikan kepada siswa sehingga siswa mampu mengukur kemampuan menghafal dalam pribadi siswa