Hafadzah, Ahmad Sona
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAHAR SEBAGAI UPAH (UJUR) DALAM PERNIKAHAN (KAJIAN TAHLILI QS. AN-NISA/4:24 Hafadzah, Ahmad Sona; Fatirawahidah, Fatirawahidah
EL-MAQRA' Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3599

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna uju>r dalam Q.S. al-Nisa>’/4: 24, untuk mengetahui genealogi/ perkembangan penafsiran dari para ulama terhadap ayat ini serta untuk mengetahui bagaimana implementasi uju>r di masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian dengan model kepustakaan atau library research. Data primer yang digunakan yaitu Q.S. al-Nisa>’/4: 24, sedangkan data sekunder yang digunakan meliputi kitab-kitab tafsir, kitab-kitab hadis, kamus dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian serta literatur lainnya. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitian ini. Data kemudian dianalisis berdasarkan isi dengan mengacu pada kerangka analisis metode tahli>li> serta teknik interpretasi yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual dan intertekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Uju>r secara umum menunjukkan arti yang sepadan dengan maksud pemberian upah atau imbalan, sedangkan uju>r dalam konteks Q.S. al-Nisa>’/4: 24 ulama berbeda pendapat di mana ada yang mengartikan sebagai upah dari dipergunakannya alat kelamin perempuan, dan ada juga yang mengartikannya murni sebagai mahar/maskawin perempuan. 2) Secara umum dalam penafsiran para ulama mengaitkan ayat tersebut dengan konteks kawin kontrak atau nikah mut‘ah namun tidak membenarkan jika ayat tersebut digunakan untuk membolehkan praktik nikah mut‘ah pada zaman sekarang. 3) Adapun dalam implementasinya uju>r diberikan dalam 3 hal, yaitu implementasi pemberian uju>r di Indonesia, implementasi pemberian uju>r di negara lain dan implementasi pemberian uju>r pada pekerjaan.Kata Kunci: Mahar, Upah, Nikah Mut‘ah.
BIAS PATRIARKHI DALAM PRAKTIK POLIGINI DI KALANGAN DA’I PERSPEKTIF TAFSIR MAQASHIDI Hafadzah, Ahmad Sona
EL-MAQRA' Vol 4 No 1 (2024): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i1.7227

Abstract

The issue of polygyny is still controversial not only among the public, but also among Da'i, Ulama, Mufassir from classical to contemporary. This research will examine the patriarchal bias in the practice of polygyny which is widely narrated by Da'i circles. This study aims to analyze more objectively the verses about polygyny in the Qur'an using the maqasidi interpretation paradigm approach as a method of interpretation (as methodology) to further review the relationship between the interpretation of polygynous verses and the maqasid al-syari' principle. ah and maqashid al-qur'an and reveal maqashid behind polygynous verses that have been understood in society. The results of this study indicate that this verse has only reached the initial stage of interpretation where the ultimate goal or main maqasid of the verse is contained in the value of justice.