Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana gempa bumi karena terletak di wilayah cincin api Pasifik dengan aktivitas tektonik yang tinggi. Rendahnya tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana sering kali berdampak pada meningkatnya jumlah korban jiwa serta kerugian materiil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh simulasi triage bencana terhadap peningkatan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan two-group pretest-posttest design. Sebanyak 112 responden dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n = 56) dan kelompok kontrol (n = 56). Kriteria inklusi meliputi warga berusia 20–59 tahun yang berdomisili di Desa Mangunkerta. Kelompok intervensi diberikan simulasi triage bencana yang mencakup pelatihan penilaian prioritas korban, evakuasi dasar, dan koordinasi saat gempa bumi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan yang mencakup dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk analisis intrakelompok dan Mann-Whitney untuk analisis antar kelompok. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor kesiapsiagaan dalam kelompok intervensi setelah pemberian simulasi (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,157). Terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok setelah intervensi (p = 0,000). Simulasi triage bencana efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa bumi, terutama dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.