Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsistensi Nilai-nilai Keluarga dan Konflik: Analisis pada Anak Fatherles dengan Pendekatan Struktural Fungsionalisme Suhari, Zuhanidz Larasati; Ramadhani, Nova Azzahra; Istighfari, Ana Umar; Putri, Syafira Wyldania Aisya; Listyani, Refti Handini
JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Vol 22 No 1 (2024): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jkss.v22i1.58596

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang bagaimana nilai-nilai keluarga dapat dipertahankan atau bahkan berubah di tengah konflik yang muncul akibat kondisi fatherless, dengan menggunakan pendekatan struktural fungsionalisme. Fokus penelitian ini adalah bagaimana ketidakhadiran figur ayah mempengaruhi struktur keluarga dan fungsi sosial yang terkait dengan perkembangan anak. Dengan pendekatan struktural fungsionalisme akan membantu menjelaskan bagaimana konsistensi nilai-nilai keluarga berpengaruh terhadap konflik dan kesejahteraan anak-anak fatherles. Artikel ini menggunakan Metode penelitian analisis kualitatif, dengan teknis pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak memiliki ayah cenderung mengalami ketidakseimbangan dalam menerapkan nilai-nilai keluarga seperti disiplin, tanggung jawab, dan dukungan emosional. Hal ini disebabkan oleh peran ganda yang harus dijalankan oleh ibu dan kurangnya figur otoritatif yang biasanya diemban oleh ayah. Konflik yang muncul dalam keluarga tanpa ayah sering kali dikaitkan dengan peran ganda ini, di mana ibu harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka dan juga menjadi satu-satunya sumber otoritas dan dukungan emosional bagi anak-anaknya.
Fenomena Cancel Culture Industri Hiburan Indonesia: Studi Kualitatif Perspektif Sosiologi Budaya Putri, Syafira Wyldania Aisya; Listyani, Refti Handini
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32589

Abstract

Dalam industri hiburan Indonesia, fenomena pembatalan budaya menjadi masalah sosial yang kompleks. Ini terjadi di era digital, di mana pembatalan kolektif artis dan figur publik terjadi secara cepat dan massif melalui media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana cancel culture dibentuk dan dipengaruhi oleh struktur sosial, nilai kolektif, dan dinamika kekuasaan di industri hiburan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dari sudut pandang sosiologi budaya dengan metode wawancara mendalam terhadap 15 informan (5 artis, 5 audiens, 5 pengamat industri), observasi partisipan di media sosial, dan analisis konten dokumen sekunder selama 6-12 bulan. Analisis tematik mengidentifikasi empat tema utama: (1) cancel culture sebagai kontrol sosial informal, (2) media sosial sebagai arena pertarungan simbolik, (3) dinamika identitas kolektif dan representasi budaya, dan (4) implikasi psikologis bagi pelaku industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture berfungsi sebagai cara informal untuk mengontrol sosial dan memperkuat norma budaya yang dominan. Selain itu, ia menjadi tempat pertempuran simbolik di ruang publik digital. Media sosial telah berkembang menjadi sumber penting untuk mobilisasi massa dan pembentukan opini, yang berdampak pada identitas budaya dan reputasi artis. Fenomena ini juga memiliki efek sosial dan psikologis yang signifikan bagi pelaku, seperti stres, isolasi sosial, dan ketidakpastian karir. Studi ini menekankan bahwa untuk mempertahankan industri hiburan Indonesia di era global, regulasi etis media sosial, literasi digital, dan diskusi konstruktif antara pemangku kepentingan sangat penting untuk mengelola cancel culture secara lebih manusiawi dan konstruktif.