Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Elastisitas Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga: Studi pada Masyarakat Perkotaan Menengah Erickson Sinaga; Mario Purba; Wendi Rehan Situmorang; Gracelino Prasetyo Nainggolan; Jogi Situmorang; Ruben Boot
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 2 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN  Juni
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i2.5124

Abstract

This study aims to explore the relationship between income and household consumption patterns among urban middle-class families. Using secondary data from Indonesia’s Central Bureau of Statistics (BPS) for 2022–2023, the research analyzes income elasticity across four categories: rice, clothing, dining out, and vacations. The results classify rice and clothing as normal goods, while dining out and vacations are identified as luxury goods. These findings align with Engel’s Law, indicating a shift in consumption from basic needs to lifestyle and leisure as income increases. The study provides useful insights for businesses and policymakers in designing strategies tailored to urban middle-class consumer behavior.
Dinamika Dan Strategi Adaptasi Guru Dalam Menghadapi Tantangan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Lilis Sartika Sihite; Doli Syahputra Hasibuan; Nurul Mardiah; Ariel Muhammad Jadhi Sembiring; Ruben Boot
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.13800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif dan mendalam mengenai dinamika, tantangan multidimensi, serta strategi adaptasi yang dikembangkan oleh guru dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi, dengan fokus khusus pada transisi menuju Kurikulum Merdeka di Indonesia. Di tengah arus perubahan paradigma pendidikan global yang menuntut penguasaan keterampilan abad ke-21, guru berada di garis depan reformasi yang kerap kali diwarnai oleh kompleksitas teknis, psikologis, dan struktural. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multikasus yang melibatkan berbagai jenjang satuan Pendidikan mulai dari sekolah dasar negeri, madrasah ibtidaiyah, hingga sekolah menengah penelitian ini mengintegrasikan data lapangan dan tinjauan literatur sistematis untuk memetakan fenomena adaptasi di lapangan. Temuan penelitian mengungkap bahwa dinamika adaptasi guru sangat dipengaruhi oleh fenomena "dualisme kurikulum", di mana satuan pendidikan menerapkan dua sistem kurikulum (Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka) secara simultan. Kondisi ini menciptakan beban kerja ganda yang signifikan, namun di sisi lain membuka ruang komparasi pedagogis yang memperkaya wawasan guru. Tantangan utama teridentifikasi pada tiga dimensi krusial: (1) dimensi kognitif-pedagogis berupa miskonsepsi mendasar mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen formatif; (2) dimensi struktural yang ditandai oleh kesenjangan infrastruktur digital (digital divide) dan inefektivitas model pelatihan guru yang bersifat pasif; serta (3) dimensi psikologis yang bermanifestasi dalam bentuk resistensi akibat kelelahan administratif (administrative fatigue) dan ketidakpastian kebijakan. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan resiliensi yang kuat di kalangan guru melalui pengembangan strategi adaptasi, baik secara individu maupun kolektif. Strategi tersebut meliputi pembentukan komunitas belajar profesional (Professional Learning Communities) yang berfungsi sebagai wadah peer-scaffolding, modifikasi perangkat ajar berbasis kearifan lokal untuk mengatasi keterbatasan teknologi, serta transformasi peran kepala sekolah menjadi pemimpin instruksional yang protektif. Laporan ini merekomendasikan perlunya reorientasi fundamental dalam model pengembangan profesional guru, dari pendekatan diseminasi informasi menuju pendampingan berbasis praktik (coaching), serta penguatan ekosistem kolaboratif di tingkat satuan pendidikan untuk menjamin keberlanjutan reformasi kurikulum yang substantif.