Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LEVEL OF AWARENESS OF ADOLESCENT REPRODUCTIVE HEALTH IN BANDUNG CITY Yulinda, Yulinda; Wahyudin, Uyu; Pramudia, Joni R.; Yorita, Epti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2806

Abstract

Komitmen global untuk membangun masa depan menghadapi megatrend yang dihadapi  semua negara adalah menciptakan  kesuksesan generasi dengan menekankan  penghapusan kemiskinan dan kelaparan, ketidaksetaraan dan ketidakadilan antargenerasi. Kesehatan remaja dipengaruhi oleh nilai, agama, budaya, keluarga dan pelayanan kesehatan untuk mencapai akses layanan kesehatan reproduksi sebagai  kunci tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai deskripsi tingkat kesadaran reproduksi remaja di Kota Bandung, meliputi aspek akses, pemahaman, appraising dan penggunaan layanan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian dilakukan dengan cross-sectional design. Instrumen penelitian ini berupa pertanyaan sebanyak 44 pertanyaan, terdiri dari 4 sub komponen meliputi accessing, understanding, appraising dan applying mengenai kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi yang dikembangkan dari Stormacq. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa akses remaja untuk kesehatan reproduksi remaja berada pada tingkat sedang sebesar 69%, ditemukan akses rendah mengenai kesehatan reproduksi sebesar 11%, sedangkan pemahaman kesehatan reproduksi remaja ditemukan pada tingkat rendah sebanyak 12%. Terkait kemampuan remaja dalam analisis kesehatan reproduksi masih dalam kategori tingkat rendah, sedangkan dalam hal Appraising/assessing reproductive health in the moderate category is 68%. Saran yang disampaikan adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja, diperlukan edukasi yang luas, melalui  media sosial dilanjutkan dengan konsultasi pribadi yang intensif.