Daradjati, Keke Pahlevi
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : HARMONI

Sosialisasi Pemanfaatan Sumber Visual Dalam Penelitian Sejarah Bagi Mahasiswa S1 Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Daradjati, Keke Pahlevi; Handayani, Tri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.9.1.28-34

Abstract

This workshop on the use of visual sources in historical research aims to address the critical need for students to go beyond conventional textual sources and explore the potential of visual sources in constructing historical narratives. By introducing the significance, types, and application of visual sources through case studies of historical event reconstruction—especially when textual sources are limited—this activity is designed to equip students with the theoretical knowledge and practical skills necessary to effectively integrate visual sources into their research projects.
Pelatihan Pemilihan Topik Dan Penyusunan Sistematika Penulisan Sejarah Mahasiswa Prodi S-1 Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Handayani, Tri; Daradjati, Keke Pahlevi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.9.1.14-23

Abstract

Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi S1 Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro berupa skripsi. Skripsi merupakan area uji kemampuan menulis Sejarah. Para mahasiswa harus memilih topik yang diikuti dengan menetapkan judul dan menyusun sistematika penulisan sejarah. Mereka yang saat ini berada di semester ke-6 belum cukup memiliki kemampuan tersebut, maka mereka diberikan pelatihan ini. Metode pelatihan adalah observasi, studi pustaka, ceramah, diskusi, dan praktek. Kegiatan dimulai dengan konsultasi dengan Ketua Program Studi S1 Sejarah, dan mengurus perizinan. Selanjutnya dilanjutkan dengan: (1) observasi (2) studi pustaka (3) ceramah; (4) diskusi; (5) praktek. Waktu pelatihan adalah 2 x 60 menit. Para peserta pelatihan mendapat kesempatan untuk konsultasi kepada pelatih di hari-hari selanjutnya. Hasil pelatihan: peserta pelatihan mengerti materi pelatihan, tetapi mereka harus banyak membaca referensi  untuk meningkatkan wawasan.  Saran: kegiatan pelatihan ini perlu diberikan kepada para mahasiswa Program Studi S1 Sejarah sejak dini, agar para mahasiswa memahami dan mampu menulis sejarah khususnya skripsi dalam Bidang Sejarah.  
SOSIALISASI MOTIF BATIK TRADISIONAL KEPADA ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Handayani, Tri; Daradjati, Keke Pahlevi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2025): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.9.2.49-53

Abstract

Motif batik tradisional merupakan peninggalan leluhur. Penciptaan motif batik tradisional didasarkan pada maksud dan tujuan tertentu. Motif-motif batik yang diciptakan khususnya diciptakan oleh para bangsawan di lingkungan keraton, semula hanya boleh dikenakan oleh para bangsawan maupun abdi dalem saja. Dalam perkembangannya, motif-motif batik tertentu diberikan izin untuk dikenakan oleh masyarakat di luar keraton. Masyarakat di luar keraton pada umumnya mengenakan motif-motif batik tradisional untuk dikenakan pada upacara tradisi fase-fase penting dalam hidup manusia. Fase-fase tersebut mulai dari pernikahan hingga kematian. Anggota Dharma Wanita Persatuan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro sebagai bagian dari organisasi kemasyarakatan juga perlu mendapatkan sosialisasi tentang tema tersebut. Metode sosialisasi adalah observasi, studi pustaka, ceramah, dan diskusi. Hasil sosialisasi: peserta sosialisasi mengerti bahwa motif batik tradisional diciptakan bukan sekedar untuk memperindah kain.  Setiap motif kain batik memiliki makna dan simbol tertentu yang digunakan pada acara-acara tradisi fase kehidupan manusia. Sementara itu motif batik yang diciptakan oleh kaum bangsawan untuk kepentingan internal keraton. Namun pada perkembangannya diantara motif batik yang diciptakan oleh kaum bangsawan dapat dikenakan oleh masyarakat di luar keraton. Simpulan, diketahui bahwa seluruh peserta belum memahami bahwa motif-motif kain batik tradisional memiliki makna atau simbol tertentu. Mereka mendapatkan pengetahuan baru tentang makna, filosofi dan penggunaan motif batik tradisional setelah mengikuti sosialisasi tersebut.