Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hiperparatiroid Primer Namanda Putri, Athari Fadhila; Decroli, Eva; Aprilia, Dinda; Kam, Alexander
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1499

Abstract

Latar Belakang: Hiperparatiroid primer merupakan suatu kondisi klinis yang disebabkan peningkatan sintesis hormon paratiroid (HPT) akibat tumor paratiroid. Hiperparatiroid primer dapat mengganggu metabolisme kalsium. Dengan demikian, diagnosis hiperparatiroid primer secara umum dapat ditentukan melalui pemeriksaan kadar kalsium serum dan HPT serta ditemukannya tumor paratiroid melalui pemeriksaan pencitraan. Secara garis besar tatalaksana hiperparatiroid primer terdiri dari tatalaksana medikamentosa dan intervensi pembedahan. Tatalaksana medikamentosa meliputi pemberian suplementasi vitamin D, kalsimimetik dan bifosfonat. Intervensi pembedahan untuk mengangkat tumor paratiroid merupakan terapi definitif hiperparatiroid primer. Klinisi perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terhadap hiperparatiroid primer agar pelayanan pasien lebih komprehensif.  
Profil Risiko Diabetes dan Sindrom Metabolik Berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan Glukosa Darah Sewaktu di Bukik Batabuah Aprilia, Dinda; Eva Decroli; Kam, Alexander; Efendi, Yanne Pradwi; Namanda Putri, Athari Fadhila
Abdika Sciena Vol 3 No 2 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 2, Desember 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i2.328

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) dan sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan global dengan peningkatan prevalensi setiap tahun. Indeks massa tubuh (IMT) dan kadar glukosa darah merupakan indikator penting dalam menilai risiko DM dan sindrom metabolik pada populasi komunitas. Tujuan: Mengetahui karakteristik indikator risiko DM dan sindrom metabolik berdasarkan IMT, GDS dan demografis masyarakat Bukik Batabuah tahun 2024. Metode: Penelitian deskriptif observasional terhadap 69 responden. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, IMT, kategori IMT, dan GDS. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil: Rerata usia responden 50,93 tahun, dengan mayoritas perempuan (76,81%). Rerata IMT 23,23 kg/m² dengan 24,64% responden tergolong overweight–obesitas. Rerata GDS 130,59 mg/dL dengan nilai maksimum 337 mg/dL menunjukkan adanya risiko gangguan glukosa. Kesimpulan: Populasi Bukik Batabuah menunjukkan risiko metabolik yang ditandai dengan IMT di atas normal. Skrining komunitas dan intervensi promotif-preventif diperlukan