Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah reaksi peradangan kulit yang terjadi akibat kontak dengan alergen pada individu yang telah tersensitasi sebelumnya. DKA termasuk dalam reaksi hipersensitivitas tipe IV yang tertunda, dengan rasa gatal sebagai keluhan utama. Beberapa obat, termasuk ketoconazole, meskipun jarang dilaporkan, dapat menyebabkan reaksi dermatologis seperti gatal, perih, dan sensasi terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kasus DKA pada seorang anak yang disebabkan oleh penggunaan ketoconazole, serta untuk mengidentifikasi tatalaksana yang tepat dalam penanganan DKA. Laporan kasus ini melibatkan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang datang ke Poli Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soegiri Lamongan dengan keluhan gatal dan kemerahan pada area perut setelah menggunakan krim ketoconazole selama tiga hari. Diagnosis DKA ditegakkan melalui patch test, dan pasien diberikan terapi glukokortikoid topikal serta pengobatan simptomatik. Hasil menunjukan setelah dua minggu pengobatan, lesi pada kulit mulai membaik, gatal mereda, dan tidak ada efek samping yang timbul dari pengobatan. Penggunaan ketoconazole dihentikan dan alergen dihindari untuk mencegah reaksi lebih lanjut. DKA yang disebabkan oleh ketoconazole, meskipun jarang terjadi, dapat menimbulkan reaksi dermatologis yang mengganggu. Penanganan yang tepat, termasuk penghindaran alergen dan penggunaan glukokortikoid topikal, dapat efektif dalam mengatasi gejala DKA. Penelitian ini menekankan pentingnya pengawasan dalam penggunaan obat-obatan yang berpotensi menyebabkan DKA, serta perlunya diagnosis yang cepat dan tatalaksana yang sesuai untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.