Sungkana, Kennard Evan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN 7 LANTAI DENGAN ANALISIS PUSHOVER Sungkana, Kennard Evan; Prabowo, Andy; Christianto, Daniel
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.32771

Abstract

Earthquakes are natural events that cannot be predicted in terms of when and where they will occur. Seismic vibrations damage buildings on the surface and can cause structural failures, resulting not only material losses but also casualties. Therefore, the design of both building and non-building structures must adopt earthquake-resistant structures to prevent building collapse. SNI 1726:2019 provides values of structural ductility parameters, namely R, Ω0, and Cd, for each seismic load-bearing structural system, such as special moment resisting frames (SRMF). The achievement of these three ductility parameter values in new and existing building structures can be evaluated for the achievement of ductility parameter values from the result capacity design. The analysis result shows that the structure in question, based on Vdesign­, has values of R = 9.11, Ω0 = 9.31, and Cd = 3.99 for the X direction and R = 5.18, Ω0 = 2.15, and Cd = 3.92 for the Y direction. While the analysis results based on Vyield­ have values of R = 1.56, Ω0 = 1.59 and Cd = 2.867 for the X direction, and R = 3.63, Ω0 = 2.26, and Cd = 4.06 for the Y direction. Based on the Capacity Spectrum Method (CSM) analysis, the performance level of the structure in the X direction is in the A – IO category, and in the Y direction is LS – CP. However, according to the Displacement Coefficient Method (DCM) analysis, the performance level of the structure in the X direction is in the A – IO category, and in the Y direction is IO – LS category. Abstrak Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang tidak dapat diperkirakan kapan dan dimana terjadinya. Getaran gempa merusak bangunan yang berada dipermukaan dan dapat mengakibatkan kegagalan struktur yang dapat merugikan tidak hanya materi, namun juga dapat menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, perencanaan struktur gedung maupun non-gedung haruslah menerapkan struktur tahan gempa sehingga tidak menimbulkan keruntuhan bangunan. SNI 1726:2019 memberikan nilai-nilai parameter daktilitas struktur, yaitu R, Ω0 , dan Cd untuk setiap sistem struktur pemikul beban gempa, seperti pada sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Tercapainya ketiga nilai parameter daktilitas tersebut pada struktur bangunan gedung baru maupun eksisting, dapat dievaluasi menggunakan analisis pushover. Pada jurnal ini struktur gedung baru yang menggunakan SRPMK dievaluasi ketercapaian nilai parameter daktilitas dari hasil perancangan desain kapasitas. Hasil analisis menunjukan bahwa struktur bangunan yang ditinjau berdasarkan Vdesign memiliki nilai R = 9,11, Ω0 = 9,31, dan Cd = 3,99 untuk arah X, dan R = 5,18, Ω0 = 2,15, dan Cd = 3,92 untuk arah Y. Sedangkan hasil analisis dintinjau berdasarkan Vyield memiliki nilai R = 1,56, Ω0 = 1,59, dan Cd = 2,87 untuk arah X, dan R = 3,63, Ω0 = 2,26, dan Cd = 4,06 untuk arah Y Berdasarkan analisis metode kapasitas spektrum (CSM),  tingkat kinerja struktur arah X adalah dalam kategori A – IO, dan arah Y adalah LS-CP. Namun, menurut analisis metode koefisien perpindahan (DCM), tingkat kinerja struktur arah X adalah dalam katergori A-IO dan arah Y adalah IO-LS.
KINERJA SISTEM STRUKTUR RANGKA BAJA DENGAN BRESING TAHAN TEKUK HINGGA BATASAN KETINGGIAN 80 METER Sungkana, Kennard Evan; Prabowo, Andy
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/duts.13.1.17-35

Abstract

Sistem struktur rangka baja dengan Bresing Tahan Tekuk (BTT) menjadi alternatif untuk meningkatkan kinerja seismik struktur gedung baja bertingkat. Berdasarkan SNI 1726:2019, penggunaan sistem BTT dibatasi hingga ketinggian gedung 48 m. Apabila dilewati, maka perlu dilakukan evaluasi kinerja struktur untuk membuktikan kinerjanya. Penelitian ini mengevaluasi kinerja Struktur Rangka Baja Ter-breis Tahan Tekuk (SRBBTT) dengan variasi ketinggian 48 m, 64 m, dan 80 m menggunakan analisis pushover. Penentuan kinerja menggunakan metode Displacement Coefficient Method (DCM) dan Capacity Spectrum Method (CSM), masing-masing sesuai ASCE 41-17 dan FEMA 440. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh model memenuhi level kinerja Life Safety (LS) untuk tingkat gempa DBE dan level Collapse Prevention (CP) untuk tingkat MCE. Hasil perhitungan ulang menunjukkan nilai parameter daktlitas struktur M12 dan M16 melebihi nilai yang ditetapkan SNI 1726:2019, sedangkan M20 sedikit di bawah nilai SNI. Secara umum, SRBBTT menunjukkan kinerja yang ditetapkan oleh ASCE 41-17 hingga ketinggian 80 m