Berdasarkan studi pendahuluan Kasus Preeklampsia di RSUD Jampang Kulon pada Periode Januari – Juni Tahun 2024 adalah sebanyak 142 Kasus dari total 1299 (11%) kunjungan rawat inap di RSUD Jampang Kulon, hal ini diketahui meningkat jika dibandingkan dengan jumlah preeklampsia yang hanya 125 kasus. Hasil dari rekam medis pasien menunjukkan bahwa pada preeklampsia berat, komplikasi maternal yang paling sering terjadi di RSUD Jampang Kulon adalah koagulopati (gangguan pembekuan darah) sebanyak 10 kasus, solusio plasenta (terlepasnya plasenta sebelum waktunya) sebanyak 20 kasus, dan eklampsia (kejang akibat preeklampsia) sebanyak 22 kasus dari total 142 kasus. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan rawat inap. pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik probability sampling metode simple random sampling. Teknik penentuan jumlah sampel dengan rumus lameshow. Pada penelitian ini analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0.014 dimana p value < 0.05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0.003 dimana p value < 0.05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0.007 dimana p value < 0.05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan signifikan antara kecemasan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan bagi ibu hamil, suami dan keluarga tentang tanda, gejala dan bahaya preeklampsia.