Pemeriksaan CT Scan kepala trauma memerlukan pengaturan parameter yang tepat, salah satunya adalah pitch. Pitch adalah rasio antara jarak pergerakan meja dan ketebalan irisan, yang mempengaruhi kecepatan pemindaian. Ketika pitch lebih dari 1 maka kecepatan scanning semakin cepat, kualitas citra menurun dan dosis radiasi akan rendah, Sebaliknya ketika pitch kurang dari 1 maka scanning semakin lambat, kualitas citra baik, dan dosis radiasi besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan kepala trauma, penggunaan pitch pada pemeriksaan CT Scan kepala trauma, dan CTDIvol pada pemeriksaan CT Scan kepala trauma. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Pengambilan data penelitian di lakukan di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan November 2024 hingga Maret 2025. Pengambilan data diperoleh dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah 1 dokter spesialis radiologi dan 3 radiografer sedangkan objek pada penelitian ini adalah Penggunaan Pitch Pada Pemeriksaan CT Scan Kepala Trauma Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pemeriksaan CT Scan kepala trauma di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tidak memerlukan persiapan khusus, posisi pasien head first, menggunkan potongan axial, Sagital, coronal dan 3D serta menggunakan scan area dari atas basis cranii sampai bawah mandibula. Penggunaan parameter pitch 1,0625, dan CTDIvol sebesar 21,3 mGy. Penggunaan pitch yang tepat dan pengaturan CTDIvol yang sesuai sangat penting untuk mengurangi dosis radiasi yang diterima pasien, sehingga meminimalkan risiko efek samping akibat paparan radiasi.