Supriadi, Bresya Nur Salsabila
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PADA PASIEN STROKE UNTUK MENCEGAH DEKUBITUS DIAKIBATKAN KARENA GANGGUAN MOBILITAS Aunnie, Al Salvana Dwie; Supriadi, Bresya Nur Salsabila; Ramadhan, Nabila Nur; Putri, Raisha Risdiansyah; Gumilang, Sekar; Ridwan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45679

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas dan gangguan mobilitas fisik, yang menyebabkan pasien mengalami imobilisasi berkepanjangan dan meningkatkan risiko terjadinya dekubitus. Dekubitus adalah luka tekan akibat tekanan terus-menerus pada area tubuh tertentu, yang dapat menyebabkan infeksi serius hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran edukasi dalam pencegahan dekubitus pada pasien stroke dengan gangguan mobilitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif terhadap tujuh artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2015–2025. Artikel dipilih melalui database Google Scholar, PubMed, dan Crossref dengan kata kunci “Dekubitus”, “Gangguan Mobilitas,” dan “Stroke”. Hasil kajian menunjukkan bahwa pencegahan dekubitus memerlukan pendekatan multidisiplin, termasuk intervensi keperawatan, edukasi, dan dukungan keluarga. Strategi efektif meliputi mobilisasi rutin setiap 2–3 jam, latihan Range of Motion (ROM), pemantauan kulit, dan penggunaan alat bantu. Edukasi kepada keluarga tentang perawatan kulit, manajemen kelembapan, dan nutrisi juga berperan penting. Simpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pencegahan secara komprehensif dan sistematis, seperti pendekatan care bundle, mampu menurunkan kejadian dekubitus secara signifikan. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas perawatan serta mendukung kualitas hidup pasien stroke selama proses pemulihan.
Analisis evidence-based faktor non-adherence pasien tbc dalam konsumsi oat: Literature review Ridwan, Heri; Syabini, Nisfi; Ambarita, Ruth; Supriadi, Bresya Nur Salsabila; Aulia, Fajri; Maharani, Maharani; Nurfalah, Muhammad Fajar; Aulia, Zahrotul
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1979

Abstract

Background: Indonesia ranks second in the world in the number of tuberculosis (TB) cases, which continues to be a pressing health problem worldwide. Although OAT treatment regimens are accessible, their success depends on patient adherence during long-term therapy. Non-adherence, or non-compliance, is a complex behavioral phenomenon that leads to treatment failure, multidrug-resistant TB (MDR-TB), and increased mortality. Purpose: To examine factors influencing non-adherence in TB patients. Method: The study was conducted by conducting a literature review using a comprehensive search of PubMed and Google Scholar databases for articles published between 2020 and 2025. A total of 361 articles were found, and 16 relevant articles that met the inclusion criteria were selected for analysis. Results: The study showed that a multidimensional interaction of six main factors influences non-adherence: patient factors, therapy factors, disease factors, social factors, economic factors, and healthcare factors. Conclusion: Non-adherence in tuberculosis patients is caused by a combination of internal and external challenges, requiring a broad intervention approach that includes improving education, psychosocial support, and healthcare systems. Keywords: Non-Adherence; Tuberculosis; Treatment. Pendahuluan: Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus tuberkulosis (TB), yang terus menjadi masalah kesehatan yang mendesak di seluruh dunia. Meskipun rejimen pengobatan OAT dapat diakses, keberhasilannya bergantung pada kepatuhan pasien selama terapi jangka panjang. Ketidakpatuhan, atau ketidakpatuhan, adalah fenomena perilaku yang kompleks yang menyebabkan kegagalan pengobatan, resistensi obat (MDR-TB), dan peningkatan mortalitas. Tujuan: Untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan pasien TB. Metode: Penelitian dilakukan dengan melakukan review literatur dengan melakukan pencarian menyeluruh pada database PubMed dan Google Scholar untuk artikel terbitan dari tahun 2020-2025. Sebanyak 361 artikel yang ditemukan, 16 yang relevan dan memenuhi kriteria inklusi dipilih untuk dianalisis. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa interaksi multidimensional dari enam faktor utama yang mempengaruhi ketidakpatuhan yaitu faktor pasien, faktor terapi, faktor penyakit, faktor sosial, faktor ekonomi, dan faktor layanan kesehatan. Simpulan: Ketidakpatuhan pasien tuberkulosis disebabkan oleh kombinasi tantangan internal dan eksternal sehingga diperlukan pendekatan intervensi yang luas yang mencakup peningkatan pendidikan, dukungan psikososial, dan sistem layanan kesehatan. Kata Kunci: Non-Adherence; Tuberculosis; Treatment