Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis evidence-based faktor non-adherence pasien tbc dalam konsumsi oat: Literature review Ridwan, Heri; Syabini, Nisfi; Ambarita, Ruth; Supriadi, Bresya Nur Salsabila; Aulia, Fajri; Maharani, Maharani; Nurfalah, Muhammad Fajar; Aulia, Zahrotul
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1979

Abstract

Background: Indonesia ranks second in the world in the number of tuberculosis (TB) cases, which continues to be a pressing health problem worldwide. Although OAT treatment regimens are accessible, their success depends on patient adherence during long-term therapy. Non-adherence, or non-compliance, is a complex behavioral phenomenon that leads to treatment failure, multidrug-resistant TB (MDR-TB), and increased mortality. Purpose: To examine factors influencing non-adherence in TB patients. Method: The study was conducted by conducting a literature review using a comprehensive search of PubMed and Google Scholar databases for articles published between 2020 and 2025. A total of 361 articles were found, and 16 relevant articles that met the inclusion criteria were selected for analysis. Results: The study showed that a multidimensional interaction of six main factors influences non-adherence: patient factors, therapy factors, disease factors, social factors, economic factors, and healthcare factors. Conclusion: Non-adherence in tuberculosis patients is caused by a combination of internal and external challenges, requiring a broad intervention approach that includes improving education, psychosocial support, and healthcare systems. Keywords: Non-Adherence; Tuberculosis; Treatment. Pendahuluan: Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus tuberkulosis (TB), yang terus menjadi masalah kesehatan yang mendesak di seluruh dunia. Meskipun rejimen pengobatan OAT dapat diakses, keberhasilannya bergantung pada kepatuhan pasien selama terapi jangka panjang. Ketidakpatuhan, atau ketidakpatuhan, adalah fenomena perilaku yang kompleks yang menyebabkan kegagalan pengobatan, resistensi obat (MDR-TB), dan peningkatan mortalitas. Tujuan: Untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan pasien TB. Metode: Penelitian dilakukan dengan melakukan review literatur dengan melakukan pencarian menyeluruh pada database PubMed dan Google Scholar untuk artikel terbitan dari tahun 2020-2025. Sebanyak 361 artikel yang ditemukan, 16 yang relevan dan memenuhi kriteria inklusi dipilih untuk dianalisis. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa interaksi multidimensional dari enam faktor utama yang mempengaruhi ketidakpatuhan yaitu faktor pasien, faktor terapi, faktor penyakit, faktor sosial, faktor ekonomi, dan faktor layanan kesehatan. Simpulan: Ketidakpatuhan pasien tuberkulosis disebabkan oleh kombinasi tantangan internal dan eksternal sehingga diperlukan pendekatan intervensi yang luas yang mencakup peningkatan pendidikan, dukungan psikososial, dan sistem layanan kesehatan. Kata Kunci: Non-Adherence; Tuberculosis; Treatment        
TINJAUAN PUSTAKA : IMPLEMENTASI KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA ASMA Ambarita, Ruth Elika; Syabini, Nisfi; Mufidah, Salwa; Ridwan, Heri; Stevie, Jihan; Caningtyas, Giacinta
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2013

Abstract

Asma pada anak merupakan masalah kesehatan global dengan gejala seperti mengi, sesak napas, dan produksi dahak berlebih. Studi ini bertujuan untuk memberi pengetahuan terkait implementasi keperawatan pada pasien anak penderita asma. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan menggunakan database Google Schoolar, PubMed, dan OpenAlex. Awal pencarian jurnal ditemukan 598 jurnal dan dianalisis berdasarkan abstrak, tujuan penelitian, membaca full text, dan kriteria tahun 2015-2025. Tahap akhir ditemukan 6 jurnal yang relevan dengan tujuan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan batuk efektif, penggunaan nebulizer atau inhaler, edukasi kepada keluarga, dan penghindaran dari pemicu asma signifikan dalam menurunkan gejala asma. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi implementasi keperawatan serta edukasi keluarga terkait asma efektif sebagai penatalaksanaan asma anak. Kata kunci: Asma, Anak, Keperawatan Asthma in children is a global health problem with symptoms such as wheezing, shortness of breath, and excessive sputum production. This study aims to provide knowledge related to nursing implementation in pediatric patients with asthma. The method used is literature review using databases namely Google Schoolar, PubMed, and OpenAlex. Initial journal searches found 598 journals and analyzed based on abstracts, research objectives, reading full text, and criteria for 2015-2025. The final stage found 6 journals that are relevant to the purpose of writing. The results showed that effective cough exercises, the use of nebulizers or inhalers, education to families, and avoidance of asthma triggers were significant in reducing asthma symptoms. This study concluded that the combination of nursing implementation and family education related to asthma is effective as a management of pediatric asthma. Keywords: Asthma, Child, Nursing