Septiani, Gusti Putu Dian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DHF DENGAN MASALAH NYERI AKUT DENGAN INOVASI INTERVENSI TEKNIK DISTRAKSI AUDIOVISUAL DI RSUD KARANGASEM Septiani, Gusti Putu Dian; Astriani, Ni Made Dwi Yunica; Widiarta, Gede Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45712

Abstract

Infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti menyebabkan dengue hemorrhagic fever (DHF). Penanganan DHF perlu diberi perhatian khusus agar tidak terjadi komplikasi yang berhubungan dengan hospitalisasi. Pasien akan menjalani prosedur invasif seperti injeksi obat yang dapat menyebabkan nyeri selama masa hospitalisasi. Penatalaksanaan nyeri dapat dibagi menjadi dua cara yakni dengan teknik farmakologi dan teknik non farmakologi. Salah satu teknik non farmakologi yang dapat diaplikasikan langsung oleh perawat adalah teknik distraksi. Teknik distraksi audiovisual seperti menonton film kartun adalah salah satu bentuk penatalaksanaan nyeri yang dapat dilakukan oleh perawat secara mandiri. Audiovisual merupakan salah satu cara yang efektif digunakan untuk melakukan pendekatan kepada anak, hal ini dikarenakan adanya animasi kartun yang digemari dapat menarik perhatian mereka dari rasa tidak nyaman Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis bagaimana teknik distraksi audiovisual dapat digunakan dalam asuhan keperawatan anak dengan masalah utama nyeri akut pada pasien DHF. Masalah asuhan keperawatan pasien DHF yang menjalani tindakan invasif (injeksi) diidentifikasi dalam studi kasus ini, yang dirancang dengan desain penelitian deskriptif. Pasien mendapatkan diagnosis nyeri akut, dan intervensi inovatif yang diberikan adalah teknik distraksi audiovisual. Teknik ini diterapkan selama tiga hari, selama 5 hingga 10 menit, dan dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian pasien, khususnya anak-anak dari rasa nyeri yang mereka alami selama prosedur invasif.