Gout arthritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan nyeri sendi yang dapat mengganggu mobilitas serta kualitas hidup. Penatalaksanaan gout arthritis tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian lansia dalam mengelola nyeri sendi melalui edukasi dan penerapan terapi stretching. Kegiatan dilaksanakan di PSTW Husnul Khotimah Dinas Sosial Provinsi Riau dengan sasaran lansia penderita gout arthritis. Metode yang digunakan adalah edukatif dan partisipatif, meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung terapi stretching. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan observasi kemampuan lansia dalam melakukan stretching serta penilaian nyeri sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia serta kemampuan melakukan terapi stretching secara mandiri, disertai penurunan keluhan nyeri sendi. Edukasi terapi stretching terbukti bermanfaat sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengelolaan nyeri sendi gout arthritis pada lansia serta berpotensi meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.