Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI SLOW DEEP BREATHING DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH Silvina Wulandari; Siti Rusminarni; Tubagus Erwin
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.1665

Abstract

Hypertension is defined as having a systolic blood pressure greater than 140 mmHg and a diastolic blood pressure exceeding 90 mmHg. Based on the 2024 Indonesian Health Survey, the prevalence of hypertension in Lampung Province is 28.3% or 19,843 people among individuals in the ≥15 age group, and 29.7% or 18,762 people among those in the ≥18 age group. This study aims to assess the impact of slow deep breathing combined with lavender aromatherapy on blood pressure levels in hypertensive patients within the Segala Mider Community Health Center area of Bandar Lampung City in 2024. Employing a quantitative approach, the research utilizes a Quasi-Experimental pretest-posttest control group design. The population for this study includes 78 hypertensive patients enrolled in the Prolanis program, with a sample size of 66 respondents per group. Purposive sampling was used to select participants, and statistical analysis was performed using the Paired t-test. The results from the paired t-test analysis revealed a pre-posttest systolic p-value of 0.000 and a diastolic p-value of 0.001 in the treatment group. In contrast, the control group showed a pre-posttest systolic p-value of 0.229 and a diastolic p-value of 0.146. The combination of slow deep breathing and lavender aromatherapy had a significant impact on blood pressure levels in hypertensive patients (p-value of 0.001, which is less than 0.05). It is hoped that this combination could be used as a non-pharmacological approach to lower blood pressure.
Pengaruh Kombinasi Massage Punggung Dan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Untuk Pencegahan Stroke Di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Fitriani, Eva; Fitri Anita; Tubagus Erwin
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1829

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit degeneratif dengan prevalensi yang selalu mengalami peningkatan serta adalah faktor risiko terjadinya stroke. Pengendalian tekanan darah bukan sebatas dengan terapi farmakologis saja, namun pula dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis contohnya kombinasi massage punggung dengan relaksasi napas dalam. Tujuan penelitian ini dalam rangka melihat pengaruh kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sebagai upaya pencegahan stroke di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Pendekatan kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan desain quasi-experimental melalui model one group pretest–posttest without control. Ada sejumlah 16 responden sebagai sampel dan dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria eksklusi maupun inklusi. Tekanan darah diukur sesudah maupun sebelum pemberian intervensi berupa kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam dengan waktu ±15 menit. Data dianalisis melalui uji statistik dalam rangka melihat adanya perbedaan pada saat sesudah serta sebelum intervensi. Hasilnya yaitu rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 143,19 mmHg serta sesudah intervensi mengalami penurunan menjadi 135,13mmHg, sedangkan sesudah intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 78,5 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. dari tekanan darah sistolik yaitu sejumlah 0,018 serta untuk diastolik yaitu sejumlah 0,035 (p < 0,05), sehingga bisa didapatkan kesimpulan kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini memiliki kesimpulan yaitu kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menekan tekanan darah serta berpotensi menjadi intervensi keperawatan mandiri dalam pencegahan komplikasi seperti stroke.
Pengaruh Kombinasi Massage Punggung Dan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Untuk Pencegahan Stroke Di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Fitriani, Eva; Fitri Anita; Tubagus Erwin
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1829

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit degeneratif dengan prevalensi yang selalu mengalami peningkatan serta adalah faktor risiko terjadinya stroke. Pengendalian tekanan darah bukan sebatas dengan terapi farmakologis saja, namun pula dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis contohnya kombinasi massage punggung dengan relaksasi napas dalam. Tujuan penelitian ini dalam rangka melihat pengaruh kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sebagai upaya pencegahan stroke di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Pendekatan kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan desain quasi-experimental melalui model one group pretest–posttest without control. Ada sejumlah 16 responden sebagai sampel dan dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria eksklusi maupun inklusi. Tekanan darah diukur sesudah maupun sebelum pemberian intervensi berupa kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam dengan waktu ±15 menit. Data dianalisis melalui uji statistik dalam rangka melihat adanya perbedaan pada saat sesudah serta sebelum intervensi. Hasilnya yaitu rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 143,19 mmHg serta sesudah intervensi mengalami penurunan menjadi 135,13mmHg, sedangkan sesudah intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 78,5 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. dari tekanan darah sistolik yaitu sejumlah 0,018 serta untuk diastolik yaitu sejumlah 0,035 (p < 0,05), sehingga bisa didapatkan kesimpulan kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini memiliki kesimpulan yaitu kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menekan tekanan darah serta berpotensi menjadi intervensi keperawatan mandiri dalam pencegahan komplikasi seperti stroke.