Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI PERCOBAAN SAINS SEDERHANA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN fatimah, sinta
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i2.869

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan perkembangan yang terkait dengan kemampuan berpikir seseorang yang diartikan sebagai perkembangan menunjukan intelektual. Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas belajar selalu berhubungan dengan berfikir dan mengingat. Usia 5-6 tahun merupakan tahap praoperasional. Tahap ini merupakan permulaan bagi anak untuk keterampilan sains dalam pengenalan sains pada anak yang selau ada di lingkungan sekitarnya yang berkaitan terus dengan kehidupan sehati-hari anak. Salah satu upaya untuk mengenalkan sains pada anak juga untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun adalah dengan melakukan percobaan sains sederhana. Dalam percobaan sains sederhana terdapat kegiatan yang menyenangkan bagi anak dalam hal ini anak akan melihat secara langsung dari apa yang terjadi secara langsung dan nyata sehingga anak dapat secara jelas mengerti dari apa yang terjadi. Sains dapat memberikan pemahaman pada anak tentang fenomena alam yang biasa terjadi dalam lingkungan di kehidupan sehari-hari. Percobaan sains sederhana memberikan kesempatan pada anak untuk melaksanakan kegiatan yang meliputi sains sesuai dengan instruksi yang diberikan, sehingga kegiatan ini anak dapat mampu mencapai ketercapaian belajar yang diharapkan dengan maksimal. Kata Kunci:Anak Usia Dini, Perkembangan Kognitif, Sains Untuk Anak Usia Dini
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI PERCOBAAN SAINS SEDERHANA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN fatimah, sinta
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i2.869

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan perkembangan yang terkait dengan kemampuan berpikir seseorang yang diartikan sebagai perkembangan menunjukan intelektual. Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas belajar selalu berhubungan dengan berfikir dan mengingat. Usia 5-6 tahun merupakan tahap praoperasional. Tahap ini merupakan permulaan bagi anak untuk keterampilan sains dalam pengenalan sains pada anak yang selau ada di lingkungan sekitarnya yang berkaitan terus dengan kehidupan sehati-hari anak. Salah satu upaya untuk mengenalkan sains pada anak juga untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun adalah dengan melakukan percobaan sains sederhana. Dalam percobaan sains sederhana terdapat kegiatan yang menyenangkan bagi anak dalam hal ini anak akan melihat secara langsung dari apa yang terjadi secara langsung dan nyata sehingga anak dapat secara jelas mengerti dari apa yang terjadi. Sains dapat memberikan pemahaman pada anak tentang fenomena alam yang biasa terjadi dalam lingkungan di kehidupan sehari-hari. Percobaan sains sederhana memberikan kesempatan pada anak untuk melaksanakan kegiatan yang meliputi sains sesuai dengan instruksi yang diberikan, sehingga kegiatan ini anak dapat mampu mencapai ketercapaian belajar yang diharapkan dengan maksimal. Kata Kunci:Anak Usia Dini, Perkembangan Kognitif, Sains Untuk Anak Usia Dini
Peran Moderasi Beragama sebagai Penangkal Hoax dan Disinformasi Keagamaan di Era Digital Widiana, Siti Wahyu; Yumna, Shendya Lukyana; Fatimah, Sinta; Amaliyah, Zulvika; El Syam, Robingun Suyud
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3092

Abstract

Di era digital arus informasi tidak di saring sehingga muncul penyebaran hoak dan dosonformasi, termasuk dalam informasi konteks keagamaan. Artikel ini mengkaji konsep peran moderasi beragma sebagai penangkal hoax dan Disinformasi keagamaan di era digitalĀ  melalui perlawanan terhadap berita hoax dan literasi terhadap informasi yang bertujuan untuk meninkatkan pemahaman, analisis, sikap kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualititatif berbasis studi pustaka dengan sumber utama jurnal jurnal terdahulu buku dan ayat alquran mengenai peran moderasi beragama hasil kajian ini menjadikan moderasi agama sebagai pilar utama dalam menyangkal penyebaran informasi yang salah dan keliru sehingga menimpulkan pemikiran yang kritis dan membiasakan literasi. Abstract In the digital era, the flow of information is unfiltered, leading to the spread of hoaxes and disinformation, including information in a religious context. This article examines the concept of religious moderation as a counter to hoaxes and religious disinformation in the digital era through countering hoax news and information literacy, aimed at improving understanding, analysis, and critical thinking. This research uses a qualitative approach based on literature review, with primary sources being previous journals, books, and Quranic verses regarding the role of religious moderation. The results of this study establish religious moderation as a key pillar in refuting the spread of false and erroneous information, thus fostering critical thinking and fostering literacy.