Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran National Paralympic Comitte Indonesia (NPCI) Untuk Melindungi Hak-Hak Atlet Disabilitas: Studi Kasus Hak-Hak Atlet Disabilitas ASEAN Para Games Surakarta 2022 Rohmawati, Aninda Wulan; Killet, Mai Delfia; Duisa, Hawind Nada Putri; Nauyagir, Jenny Ivana; Fangohoi, Anastasia; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.1027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dalam melindungi dan memenuhi hak-hak atlet disabilitas, dengan fokus pada pelaksanaan ASEAN Para Games 2022 di Surakarta. Meskipun hak-hak penyandang disabilitas telah dijamin dalam berbagai regulasi nasional dan internasional, dalam praktiknya, pemenuhan hak-hak tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya di bidang olahraga. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggambarkan upaya NPCI dalam memfasilitasi pelatihan, perlindungan kesehatan, penghargaan setara, serta advokasi hak atlet disabilitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa NPCI memainkan peran signifikan dalam menjamin kesetaraan hak atlet disabilitas, termasuk melalui program Pelatnas, tes kesehatan, pemberian bonus setara dengan atlet non-disabilitas, hingga keterlibatan aktif NPCI daerah. Kesuksesan Indonesia meraih 425 medali dan menjadi juara umum dalam ASEAN Para Games 2022 menjadi bukti konkret efektivitas peran NPCI dalam mendukung prestasi dan perlindungan hak atlet disabilitas di tingkat regional.
Upaya United Nasions Joint Program On HIV/AIDS (UNAIDS) Dalam Mencegah Penyebaran HIV/AIDS Terhadap Remaja Perempuan di Afrika Selatan Pada Tahun 2022 Killet, Mai Delfia; Duisa, Hawind Nada Putri; Nurgiyanti, Tanti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i12.1359

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran organisasi internasional UNAIDS dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS pada remaja perempuan di Afrika Selatan. Afrika Selatan merupakan negara dengan jumlah penderita HIV/AIDS tertinggi di dunia, dan remaja perempuan usia 15-24 tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti laporan resmi, jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNAIDS tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga melakukan upaya pencegahan yang menyeluruh. Program-program UNAIDS mencakup edukasi tentang kesehatan seksual, penyediaan obat HIV, pemberdayaan remaja perempuan, dan perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender. UNAIDS juga bekerja sama dengan pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat untuk menyampaikan informasi dan layanan yang mudah diakses oleh remaja. Pendekatan ini bertujuan agar remaja perempuan bisa terlindungi dari HIV dan memiliki akses yang adil terhadap layanan kesehatan.
Analisis Kegagalan Komunikasi dan Resiliensi Warga Dalam Konflik Tambang Wadas Pada Tahun 2021–2022 Duisa, Hawind Nada Putri; Killet, Mai Delfia; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1424

Abstract

Konflik tambang andesit di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada periode 2021–2022 merupakan contoh nyata benturan antara kebijakan pembangunan nasional dan hak warga atas lingkungan hidup yang berkelanjutan. Penetapan Desa Wadas sebagai lokasi pengambilan material untuk Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener memicu penolakan warga akibat kekhawatiran terhadap kerusakan ekologis, hilangnya sumber mata air, meningkatnya risiko longsor, serta ancaman terhadap mata pencaharian warga agraris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan komunikasi pemerintah serta bentuk resiliensi warga dalam menghadapi konflik tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan data sekunder berupa dokumen kebijakan, laporan lembaga advokasi, hasil pemantauan Komnas HAM, serta pemberitaan media dan literatur akademik. Analisis dilakukan dengan mengaitkan kasus Wadas pada teori Green Policy dan pendekatan Environmental Justice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah yang bersifat top-down dan minim partisipasi bermakna menjadi faktor utama eskalasi konflik. Di sisi lain, warga Desa Wadas menunjukkan resiliensi multi-strategi melalui pembentukan organisasi GEMPADEWA, advokasi hukum, mobilisasi sosial, serta penguatan jaringan solidaritas dengan organisasi warga sipil. Penelitian ini juga menemukan adanya pergeseran penyelesaian konflik dari tuntutan keadilan ekologis menuju pendekatan kompromi finansial, yang berimplikasi pada fragmentasi sosial dan pengabaian prinsip keberlanjutan lingkungan serta keadilan antar generasi. Studi ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan yang partisipatif, komunikatif, dan berwawasan lingkungan guna mencegah konflik serupa di masa mendatang.