Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Peran National Paralympic Comitte Indonesia (NPCI) Untuk Melindungi Hak-Hak Atlet Disabilitas: Studi Kasus Hak-Hak Atlet Disabilitas ASEAN Para Games Surakarta 2022 Rohmawati, Aninda Wulan; Killet, Mai Delfia; Duisa, Hawind Nada Putri; Nauyagir, Jenny Ivana; Fangohoi, Anastasia; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.1027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dalam melindungi dan memenuhi hak-hak atlet disabilitas, dengan fokus pada pelaksanaan ASEAN Para Games 2022 di Surakarta. Meskipun hak-hak penyandang disabilitas telah dijamin dalam berbagai regulasi nasional dan internasional, dalam praktiknya, pemenuhan hak-hak tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya di bidang olahraga. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggambarkan upaya NPCI dalam memfasilitasi pelatihan, perlindungan kesehatan, penghargaan setara, serta advokasi hak atlet disabilitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa NPCI memainkan peran signifikan dalam menjamin kesetaraan hak atlet disabilitas, termasuk melalui program Pelatnas, tes kesehatan, pemberian bonus setara dengan atlet non-disabilitas, hingga keterlibatan aktif NPCI daerah. Kesuksesan Indonesia meraih 425 medali dan menjadi juara umum dalam ASEAN Para Games 2022 menjadi bukti konkret efektivitas peran NPCI dalam mendukung prestasi dan perlindungan hak atlet disabilitas di tingkat regional.
Tantangan Pemerintah Daerah Dalam Penyelesaian Konflik Tanah Ulayat di Mimika Papua Tengah Fangohoi, Anastasia; Nauyagir, Jenny Ivana; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1471

Abstract

Tanah ulayat merupakan hak kolektif masyarakat hukum adat yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual. Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, konflik tanah ulayat muncul seiring dengan meningkatnya pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang sering kali tidak disertai penyelesaian hak adat secara adil. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat adat dan pihak swasta, tetapi juga pemerintah daerah, khususnya dalam pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam penyelesaian konflik tanah ulayat di Kabupaten Mimika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-sosiologis dan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain lemahnya pemetaan tanah adat, kurangnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan kewenangan pemerintah daerah, belum optimalnya peran lembaga adat, serta rendahnya kepercayaan masyarakat adat terhadap pemerintah. Selain itu, kepentingan ekonomi dan pembangunan sering kali mengesampingkan perlindungan hak ulayat.