Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN BAHASA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN PUTRA AL ANWAR 3 SARANG REMBANG Anwar, Yusuf Khoiril; Rosyid, Moh
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v5i2.6258

Abstract

AbstrakBahasa merupakan salah satu alat komunikasi manusia. Melalui bahasa, manusia dapat menyampaiakn sesuatu yang dirasakan kepada lawan tutur. Penggunaan bahasa antara manusia satu dengan lainnya tidak dapat disamaratakan. Hal ini disebakan penggunaan bahasa dipengaruhi oleh bebrerapa faktor yang saling berkaitan. Untuk mengetahui ragam penggunaan bahasa dalam suatu lingkungan masyarakat maka diperlukan suatu kajian sosiolinguistik. Kajian sosiolinguitik mempunyai peranan sebagai bahan pertimbanagan dalam pemilihan bahasa yang akan digunakan dalam berkomunkasi dan berinteraksi dengan lawan tutur. Pondok pesantren merupakan salah satu lingkungan masyarakat yang memiliki kompleksitas berbahasa yang dibawa dan ditularkan oleh para santri dari berbagai macam daerah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan bahasa di lingkungan Pondok Pesantren Putra Al Anwar 3 Sarang Rembang serta mengetahui faktor yang melatar belakangi penggunaan bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian sosiolinguistik dengan menggunakan desain kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisi data dilakukan dengan merdeuksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penggunaan bahasa dalam interaksi, komunikasi dan kegiatan sehari-hari di lingkungan Pondok Pesantren Putra Al Anwar 3 Sarang dengan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa jawa, bahasa daerah luar jawa dan bahasa campuran. Faktor yang melatarbelakangi penggunaan bahasa tersebut adalah status sosial dan latar belakang penutur serta kondisi lawan tutur.Kata Kunci: Bahasa, Sosiolinguistik, Pesantren  AbstractLanguage is one of the tools of human communication. Through language, humans can convey something they feel to the person they are speaking to. The use of language between humans cannot be generalized. This is because language use is influenced by several interrelated factors. To find out the variety of language uses in a society, a sociolinguistic study is needed. Sociolinguistic studies have a role as material for consideration in selecting the language to be used in communicating and interacting with interlocutors. Islamic boarding schools are a community environment that has complex languages brought and transmitted by students from various regions. This research aims to describe and analyze language use in the Putra Al Anwar 3 Sarang Rembang Islamic Boarding School environment and determine the factors behind language use. This research is sociolinguistic research using a qualitative-descriptive design. Data collection was carried out using observation, interview and documentation techniques. Data analysis is carried out by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this research are the use of language in interaction, communication and daily activities in the Putra Al Anwar 3 Sarang Islamic Boarding School environment using Indonesian, Javanese, regional languages outside Java and mixed languages. The factors behind the use of language are the social status and background of the speaker as well as the condition of the interlocutor.Keyword: Sociolinguistic, Language, Boarding School
The Implementation of the Independent Curriculum (Merdeka Curriculum) in the ‘Independent Change’ and ‘Sharing’ Phases in Pancasila Education at the Primary School Level: Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah dan Berbagi Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di Pendidikan Dasar Anwar, Yusuf Khoiril; Muzdalifah; Retnanto, Agus
Al Kautsar: Knowledge Advancements in Teaching Strategies and Research Vol. 3 No. 3 (2025): Al-Kautsar: Knowledge Advancements in Teacing Strategies and Research, Septembe
Publisher : PT. Berkah Smart Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/al-kautsar.v3i3.105

Abstract

The Merdeka Curriculum is Indonesia’s national curriculum replacing the 2013 Curriculum, characterized by flexible implementation categories and the establishment of Pancasila Education as a subject distinct from Civic Education. This study aims to analyze the implementation of the “Independent Change” and “Independent Sharing” categories in Pancasila Education at MIN 1 Rembang and SDI Umar Harun Sarang. This research employs a qualitative case study approach. Data were collected through observation, interviews, and document analysis, and validated using triangulation techniques. The findings indicate that the implementation in both schools follows stages of planning, implementation, evaluation, and reflection. In the “Independent Change” category, teachers act as organizers, facilitators, evaluators, and reflectors, while students tend to be passive executors and processors. Supporting factors include learning methods, media use, and material integration, whereas inhibiting factors involve low student confidence and weak group collaboration. In the “Independent Sharing” category, teachers take on roles as facilitators, leaders, and disseminators of best practices, while students actively participate as planners, collaborators, and evaluators. Supporting factors include school culture, classroom agreements, and leadership support, while challenges relate to limited external reinforcement, classroom conditions, and teacher adaptation.