Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Social Return On Investment (SROI) in the Community Empowerment Program Related to Integrated Agroculture for Forest Area Management in Trenggulunan Village, Pancur District, Rembang Regency Jayadi, Jayadi; Apriyanto, Bambang; Saputra, Edi; Pratama Putra, Vernando; Husen, Mohammad Saddam
Journal of World Science Vol. 4 No. 4 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i4.1390

Abstract

The Trenggulunan Agro View (TAV) Program addresses socio-environmental challenges around PLTU Rembang by leveraging social forestry, waste-to-value innovations (e.g., FABA fertilizer), and renewable energy (co-firing biomass) to empower communities. This study evaluates TAV’s socio-economic and environmental impact using SROI analysis, assessing its scalability for Indonesia’s energy transition. A qualitative-descriptive approach with SROI methodology (six stages) was applied, incorporating stakeholder interviews, financial data, and impact monetization (deadweight, displacement, attribution adjustments). The program yielded an SROI of 2.23, reflecting Rp2.23 social value per Rp1 invested, with tangible outcomes: 31% poverty reduction, 128.5% income growth, and 8% annual increase in village revenue. Environmental benefits included critical land restoration and EBT-based pest control. TAV demonstrates a replicable model for integrating CSR with renewable energy agendas, advocating policy support for scalable, community-driven forestry-energy synergies.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di wilayah Hutan berbasis Pemberdayaan Masyarakat melalui program Trenggulunan Agroforestry Jayadi, Jayadi; Hariyanto, Arie; Apriyanto, Bambang; Saputra, Edi; Pratama Putra, Vernando
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i4.32069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan potensi hutan di Desa Trenggulunan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, dengan penerapan skema agroforestry yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan berbasis sumber daya alam. Desa Trenggulunan memiliki karakteristik wilayah pegunungan dengan potensi perhutanan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap masyarakat setempat dan stakeholder terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan agroforestry dapat meningkatkan produktivitas tanah dan hutan dengan mengintegrasikan usaha pertanian dan kehutanan, serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Penerapan agroforestry diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan buah naga yang melimpah serta pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya dukungan dari stakeholder untuk memperkenalkan dan mengembangkan model agroforestry, yang tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat tetapi juga pelestarian lingkungan. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada sumber daya alam yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Pemanfaatan Limbah Buah Naga Menjadi Sumber Potensi Baru Dalam Pemberdayaan di Desa Trenggulunan Melalui Inovasi Sosial Mbah GantengPemanfaatan Limbah Buah Naga Menjadi Sumber Potensi Baru Dalam Pemberdayaan di Desa Trenggulunan Melalui Inovasi Sosial Mbah Ganteng Jayadi, Jayadi; Apriyanto, Bambang; Saputra, Edi; Pratama Putra, Vernando; Aji Prastyo , Dimas
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i4.32793

Abstract

This study addresses the environmental and economic challenges arising from the accumulation of dragon fruit waste in Trenggulunan Village, Rembang Regency, where up to 40% of total harvest remains unmarketable and contributes to soil degradation. The research aims to analyze the implementation and impact of the social innovation program MBAH GANTENG (Organic Waste and FABA Management for Trenggulunan Environment) as a community empowerment strategy. A qualitative descriptive-exploratory method was employed, utilizing in-depth interviews, observations, and documentation to examine program processes and outcomes. The findings reveal that the innovation successfully transforms agricultural, household, and industrial waste (Fly Ash Bottom Ash/FABA) into valuable organic agricultural products such as Booster FABA fertilizer, silica fertilizer, hydroton, and biowasil. The results demonstrate significant improvements in soil quality, including increased pH from acidic to neutral, enhanced organic carbon, nitrogen, phosphorus, and potassium levels, and improved soil fertility index. Additionally, the program reduced agricultural waste by 80.3%, increased harvest frequency from two to four cycles annually, and generated economic benefits through increased farmer income and cost efficiency. Socially, the initiative fostered behavioral change in waste management and strengthened community participation. In conclusion, MBAH GANTENG represents an effective, sustainable, and replicable model of circular economy-based social innovation that simultaneously addresses environmental, economic, and social issues