Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Pemanfaatan Light Detection and Ranging (LIDAR) Dalam Operasi Pendaratan Amfibi Handaya, Kridha Budhi; Pandjaitan, M. B.
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/konstelasi.v5i1.11646

Abstract

Operasi pendaratan amfibi merupakan operasi militer perang yang bertujuan untuk menguasai wilayah pantai yang dikendalikan musuh sehingga memerlukan data lingkungan yang akurat untuk memastikan keberhasilan misi. Metode survei konvensional yang menggunakan kapal survei seringkali memakan waktu, tidak praktis di daerah terpencil, dan menimbulkan risiko keamanan. Studi ini mengeksplorasi pemanfaatan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) dalam melakukan survei pendaratan amfibi, memanfaatkan kemampuannya untuk memberikan data tiga dimensi resolusi tinggi dari topografi bawah air, fitur pantai, dan hambatan. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengevaluasi implementasi LIDAR dalam survei hidrografi yang dilakukan oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan para expert selanjutnya diolah menggunakan tools Nvivo 15 dan dianalisa menggunakan analisa SWOT untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil penelitan menunjukkan bahwa teknologi LIDAR menawarkan keunggulan secara signifikan, antara lain akuisisi data yang lebih cepat, cakupan yang luas, dan kemampuan integrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Namun, tantangan seperti keterbatasan keahlian sumber daya manusia, ketergantungan pada kondisi lingkungan, dan kendala infrastruktur menghambat pemanfaatannya secara optimal. Rekomendasi strategis meliputi peningkatan pelatihan personel, investasi dalam infrastruktur teknologi, dan menjalin kolaborasi dengan lembaga penelitian untuk meningkatkan pengetahuan tentang LIDAR. Analisa SWOT menyarankan strategi "Turn Around" dimana strategi ini berorientasi mengatasi kelemahan dan memanfaatkan peluang serta memastikan penerapan LIDAR yang efektif dalam mendukung operasi amfibi. Studi ini menyoroti potensi transformatif LIDAR dalam survei hidrografi militer modern, menekankan perlunya peningkatan kapasitas dan perencanaan strategis untuk memaksimalkan manfaatnya.
Analisa Pemanfaatan Light Detection and Ranging (LIDAR) Dalam Operasi Pendaratan Amfibi Handaya, Kridha Budhi; Pandjaitan, M. B.
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/konstelasi.v5i1.11646

Abstract

Operasi pendaratan amfibi merupakan operasi militer perang yang bertujuan untuk menguasai wilayah pantai yang dikendalikan musuh sehingga memerlukan data lingkungan yang akurat untuk memastikan keberhasilan misi. Metode survei konvensional yang menggunakan kapal survei seringkali memakan waktu, tidak praktis di daerah terpencil, dan menimbulkan risiko keamanan. Studi ini mengeksplorasi pemanfaatan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) dalam melakukan survei pendaratan amfibi, memanfaatkan kemampuannya untuk memberikan data tiga dimensi resolusi tinggi dari topografi bawah air, fitur pantai, dan hambatan. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengevaluasi implementasi LIDAR dalam survei hidrografi yang dilakukan oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan para expert selanjutnya diolah menggunakan tools Nvivo 15 dan dianalisa menggunakan analisa SWOT untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil penelitan menunjukkan bahwa teknologi LIDAR menawarkan keunggulan secara signifikan, antara lain akuisisi data yang lebih cepat, cakupan yang luas, dan kemampuan integrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Namun, tantangan seperti keterbatasan keahlian sumber daya manusia, ketergantungan pada kondisi lingkungan, dan kendala infrastruktur menghambat pemanfaatannya secara optimal. Rekomendasi strategis meliputi peningkatan pelatihan personel, investasi dalam infrastruktur teknologi, dan menjalin kolaborasi dengan lembaga penelitian untuk meningkatkan pengetahuan tentang LIDAR. Analisa SWOT menyarankan strategi "Turn Around" dimana strategi ini berorientasi mengatasi kelemahan dan memanfaatkan peluang serta memastikan penerapan LIDAR yang efektif dalam mendukung operasi amfibi. Studi ini menyoroti potensi transformatif LIDAR dalam survei hidrografi militer modern, menekankan perlunya peningkatan kapasitas dan perencanaan strategis untuk memaksimalkan manfaatnya.
Inovasi dan Tantangan dalam Keamanan Laut: Studi Implementasi IFC Maritime Information Sharing Widarta, Wahyu; Oktoria, Niko; Pandjaitan, M. B.
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1935

Abstract

Keamanan laut merupakan faktor utama dalam menjaga stabilitas dan kelangsungan aktivitas maritim di wilayah Indonesia. Penelitian ini menganalisis data dan laporan keamanan laut dari Information Fusion Centre (IFC) selama lima tahun terakhir (2019–2024) untuk mengidentifikasi tren ancaman maritim seperti perompakan, terorisme laut, penyelundupan, dan aktivitas ilegal lainnya di Laut Indonesia khusunya wilayah Barat. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif berdasarkan model Miles dan Huberman (1994), dengan fokus pada reduksi data, penyajian data naratif dan tabel, serta validasi kesimpulan menggunakan data dan literatur terkait. Selama periode tersebut, jumlah insiden keamanan laut di wilayah ini mencapai rata-rata ribuan kasus per tahun, namun pada kejadian pencurian, prampokan dan pembajakan mengalami peningkatan hingga 19% pada 2024. peristiwa serius seperti pembajakan kapal masih menjadi tantangan signifikan. Faktor politik regional, aktivitas perdagangan, serta dinamika lingkungan turut memengaruhi fluktuasi ancaman. Penelitian ini menegaskan urgensi penguatan tata kelola keamanan laut, peningkatan kapasitas pengawasan, adopsi teknologi modern, dan optimalisasi kerjasama multilateral di Laut Indonesia untuk mendukung pembangunan maritim berkelanjutan.