Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Employee Competence, Tri Hita Karana, and Compensation: Their Impact on Fraud Awareness in LPD Asmarajaya, I Kadek Andy; Oktarini, Luh Nik; Rahmayuni, Ni Putu Ariyaniati
Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jimb.v10i1.6653

Abstract

This study aims to analyze the influence of employee competence, Tri Hita Karana culture, and compensation on operational fraud awareness at the Village Credit Institution (LPD). The importance of awareness of potential fraud in maintaining the integrity of indigenous-based financial institutions. The method used is a quantitative approach through a survey of 99 respondents, analyzed using multiple linear regression. The research instrument was a questionnaire designed based on theoretical indicators for each variable and tested for validity and reliability. Simultaneous testing showed that all three variables jointly influence fraud awareness (F = 10.987; p less than 0.001) with an Adjusted R-square of 0.234, explaining 23.4% of the variation in fraud awareness. Partially, Tri Hita Karana culture (beta = 0.286; p = 0.002) and compensation (beta = 0.270; p = 0.001) have a positive and significant effect, while employee competence (beta = 0.014; p = 0.884) is not significant. Before regression analysis, classical assumption tests were conducted, including normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation, all of which were met. These findings indicate that cultural values and incentive systems are more dominant than individual technical abilities in increasing awareness of operational fraud. The practical implications emphasize the importance of a work culture based on local values and a fair and transparent compensation system. Academically, this study enriches the literature on fraud prevention through a holistic approach that integrates cultural, structural, and personal aspects in the context of traditional institutions such as LPD.
Analisis Hubungan Sistem Informasi Akuntansi, Literasi Keuangan, dan Risk Tolerance terhadap Keputusan Investasi Reksa Dana Mahasiswa Rahmayuni, Ni Putu Ariyaniati; Sinarwati, Ni Kadek
Jurnal Ilmiah Akuntansi & Bisnis Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jiab.v10i1.6337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem informasi akuntansi, literasi keuangan, dan risk tolerance terhadap keputusan investasi reksa dana. Penelitian ini secara khusus berfokus pada mahasiswa yang terdaftar di Jurusan Ekonomi dan Akuntansi di Universitas Pendidikan Ganesha. Dengan menganalisis faktor-faktor ini, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi perilaku investasi di antara para mahasiswa tersebut. Fenomena rendahnya partisipasi mahasiswa dalam investasi reksa dana di tengah transformasi digital menjadi latar belakang utama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 52 responden. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda disertai dengan berbagai uji statistik. Penelitian ini menemukan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi keputusan investasi reksa dana sebesar 38,8%. Di antara variabel-variabel tersebut, hanya literasi keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Signifikansi literasi keuangan ditunjukkan dengan nilai p-value sebesar 0,002. Sebaliknya, sistem informasi akuntansi dan toleransi risiko tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan muncul sebagai faktor dominan yang mendorong mahasiswa untuk membuat keputusan investasi yang akurat dan tepat. Temuan ini menunjukkan terbatasnya penggunaan sistem informasi akuntansi di kalangan mahasiswa, terutama karena kurangnya pemahaman dan pelatihan praktis. Selain itu, tingkat toleransi risiko yang tinggi belum menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi, karena mahasiswa cenderung mengutamakan keamanan dan kejelasan. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan literasi keuangan harus disertai dengan penguatan pemahaman tentang teknologi keuangan dan strategi manajemen risiko. Studi ini memberikan landasan bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan investasi di perguruan tinggi.