Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Generasi Cerdas Beriman: Warisan Pemikiran Pendidikan K.H. Ahmad Dahlan Annisa Fitri; Fitri Agustina; Sarmila; Siti Intan Rahmawati5; Sri Mulyani; Sumiyati; M. Egi Khareza Rendra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.367

Abstract

Pendidikan memegang peranan vital dalam membentuk generasi berakhlak dan berwawasan luas. Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan menjadi titik tolak penting dalam reformasi pendidikan Islam karena mengintegrasikan nilai keislaman dan ilmu pengetahuan umum secara seimbang. Penelitian ini bertujuan menelaah secara mendalam konsep pendidikan beliau dalam membentuk generasi cerdas beriman, menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dari literatur sejarah dan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beliau menerapkan sistem kelas, kurikulum terpadu, serta pendekatan kontekstual dalam pengajaran, seperti penerapan QS. Al-Ma’un yang tidak hanya dihafal tetapi diamalkan dalam bentuk kepedulian sosial. Pendidikan menurut beliau tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, nasionalisme, dan tanggung jawab sosial. Kesimpulannya, pemikiran K.H. Ahmad Dahlan masih sangat relevan dalam membangun sistem pendidikan Islam yang progresif dan kontekstual di era modern.
Perbandingan Kurikulum Pendidikan Menengah Antara Indonesia dan Jepang Alya Maisarah; Fani Rahmadiani; M. Egi Khareza Rendra; Muhammad Ridho; Ika Kurnia Sofiani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kurikulum pendidikan menengah di Indonesia dan Jepang dari aspek tujuan, struktur, metode pembelajaran, serta sistem penilaian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah dan dokumen resmi terkait kebijakan pendidikan kedua negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia melalui Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas, pengembangan minat bakat, serta pembelajaran berpusat pada siswa, sementara Jepang menitikberatkan pada keseimbangan antara pengetahuan, karakter, dan fisik melalui sistem yang terstruktur dan disiplin. Perbedaan juga terlihat pada metode pembelajaran dan sistem penilaian, di mana Indonesia lebih variatif dan fleksibel, sedangkan Jepang lebih konsisten dan holistik. Secara keseluruhan, kedua sistem memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga diperlukan integrasi nilai-nilai positif dari keduanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.