Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyutradaraan Film Mokumenter “Tradisi menjadi Prestasi” dengan Pendekatan Naratif dan Gaya Eksposisi Antonius Kevin; Toto Sugito; Fajar Syuderajat
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i2.2422

Abstract

The mockumentary film Tradition Becomes Achievement was created as an informational and educational medium to reintroduce cultural values through traditional sports, particularly in West Java. This activity aims to address the declining interest of younger generations in traditional sports, which are increasingly displaced by digital culture. The method used in the film production applied a narrative approach and exposition style, involving the stages of pre-production, production, and post-production. The outcome of this activity demonstrates that the mockumentary film effectively delivers traditional sports content in an informative and visual format to the wider public via social media platforms such as YouTube. Therefore, the film serves as an alternative cultural communication strategy that supports the preservation of traditional sports in the digital era.
Penerapan Komponen - Komponen Ekspositoris dalam Penyutradaraan Film Mokumenter “Dari Gadget ke Dinding Sepi” Willy Andro Denelsen Tamba; Kokom Komariah; Fajar Syuderajat
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i2.2462

Abstract

The mockumentary film Dari Gadget ke Dinding Sepi explores the negative impact of gadget use on teenagers, particularly regarding exposure to pornographic content. This film was created as part of a community service initiative to raise awareness about the importance of technology supervision among youth. This study aims to explain the directing process using an expository approach through four main components: narration, visuals, data and facts, and structure. The method includes pre-production, production, and post-production stages, with data obtained through field observation and interviews with expert sources. The results show that the expository approach helps to build a logical, informative, and accessible storyline. This film is expected to serve as a communication tool that raises awareness of digital literacy and the impact of digital content on teenagers
Pengembangan Seri Buku Cerita Anak sebagai Media Pengenalan Wisata Jatigede Dewi, Retasari; Susanne Dida; Agus Rahmat; Kokom Komariah; Yanti Setianti; Fajar Syuderajat
ACITYA BHAKTI Vol. 6 No. 1 (2026): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v6i1.58431

Abstract

Buku cerita bergambar kerap digunakan sebagai media stimulasi kecerdasan berbahasa dan berbicara pada anak-anak. Beberapa buku cerita diproduksi dengan tujuan memberikan informasi kesehatan, pemahaman emosi, cerita keteladanan, hingga pengenalan tempat wisata. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan seri buku cerita berdasarkan potensi wisata dari Kecamatan Jatigede. Buku ini terdiri dari tiga seri yang akan membahas mengenai potensi-potensi wisata yang dimiliki Jatigede diantaranya yaitu potensi alam, sosial budaya dan potensi buatan manusia. Buku ini menjadi media untuk  mengenalkan potensi wisata yang ada di Jatigede kepada publik, khususnya siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Proses pengembangan buku cerita itu sendiri melalui beberapa tahap, antara lain: 1) tahap survei materi buku cerita, 2) Diskusi Kelompok Terpimpin (DKT), 3) tahap Perencanaan dan Penyusunan naskah & design, 4) tahap uji coba, 5) tahap validasi dan revisi, dan 6) Diseminasi buku cerita. Tahap validasi dilakukan oleh dosen ahli komunikasi visual dan dosen ahli penulisan kreatif. Tahap uji coba dilakukan di Sekolah Dasar di Kecamatan Jatigede pada saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan bersama guru, murid kelas bawah (kelas 1–3) dan murid kelas atas (4-6). Pada saat uji coba lapangan menggunakan kuisioner (5 pertanyaan) yang ditujukan kepada anak-anak.