Clara Sophia Naomi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontroversi Mahkamah Konstitusi Sebagai Penguji Materiil Pada Putusan No 90/PUU–XXI/2023, Tentang Syarat Usia Untuk Mencalonkan Presiden Dan Wakil Presiden Moh. Fauzan Mustofa; Hizkia Hardi; Vestyo Gelcheri Amalo; Kezia Patricia Wahyudi; Lytasha Dewanti Putri; Clara Sophia Naomi
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v5i2.133

Abstract

Abstrak Salah satu Otoritas Tugas dari Mahkamah Konstitusi adalah melaksanakan pengujian peraturan UU terhadap UUD NRI 1945, Pada Penulisan Artikel ini dilakukan dengan metode Kualitatif, Dimana penulis mengumpulkan data untuk dijadikan bahan pembuatan artikel ini melalui artikel Ilmiah, Buku, E-Journal, dan beberapa ketentuan Tertulis (UU) yang relevean dengan artikel ini. Selain itu dalam metode pendekatan penulisan diartikel ini menggunakan metode Pendekatan Normatif yakni metode yang menggunakan penelaahan teori – teori, Rancangan, juga beberapa ketentuan tertulis lainnya, yang relevan dengan artikel ini. Pada pembuatan artikel ini didukung dengan adanya sosialisasi yang dilakukan padaUnit Kegiatan Kerohanian Kristen (uk3 ) UPN Veteran Jawa Timur, yang sosialisasinya dilakukan secara luring untuk mengetahui tentang pengujian materiil pada MK. Dalam artikel ini akan membahas bagaimana MK melakukan suatu hal yang Blunder, Dimana terdapatnya putusan No 90/PUU–XXI/2023, terkait dengan aturan Syarat Umur pencalonan Presiden dan Wapres. MK dalam putusannya yang tercantum dirasa tidak tegas, dan tidak adanya prinsip independensi, seolah – olah MK diintervensi dari luar dalam memutus perkara tentang batas usia capres dan cawapres, Dimana Hakim Ketua MK yang memutus adalah kerabat dari salah satu pasangan Cawapres. Pada pengujian ditemukan kecacatan atau pelanggaran terhadap ketentuan Undang – Undang Dasar maka, MK berwenang untuk mencetuskan sebenarnya putusan tersebut tidak harusnya disahkan,  apabila terdapat isi materi, pada pasal dan ayat yang dinyatakan melanggar dari ketentuan UUD NRI 1945, maka isi muatan dari pasal dan ayat tersebut tidak lagi memiliki kekuatan hukum yang mengikat.
Analysis of the Maritime Conflict between Chile and Peru Clara sophia naomi; Muhammad Rizqy Trirahardjo; Sifa Aulia Harits; Lantera Adeel Oase; Farid Putra Rachmansyah
International Journal of Law and Legal Ethics Vol 4 No 1 (2023): Vol 4 Issue 1 April 2023
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ijlle.v4i1.2457

Abstract

This study aims to analyze the results of the Peruvian and Chilean international disputes that have been submitted to the International Court of Justice (ICJ). The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach that is descriptive analysis. The method of approach used is qualitative. Qualitative methods are used to obtain in-depth data, data that contains meaning. The subjects in the dispute of this case are the States of Chile and Peru, where the object in question relates to the ownership of the maritime territorial boundaries of the two countries. The dispute that occurred between Chile and Peru regarding the border area resulted in a unilateral ownership claim of the territory and resulted in the signing of various agreements relating to the provisions in the form of norms in the international maritime direction The settlement of cases covering relations with countries is through the ICJ. It is stated that Peru and Chile will abide by any outcome of the provisions of the ICJ. This study deals with international relations as well as how to resolve border disputes according to applicable international law. This study is also a lesson for learners who are studying international relation