Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review on The Comparing Usability of Through Flow Filtration and Tangential Flow Filtration Sapitri, Putu Dian; Pranatha, I Putu Adhi; Kartini, Ni Komang Triayu Cita; Erlina, Ni Putu Natasha Ernianti; Pangestu, Ade Winanda; Putra, I Gusti Ngurah Agung Dewantara
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/ez28gq32

Abstract

Sterilization is a process of removing, killing, or destroying all living microorganism, both pathogenic and non-pathogenic, including spore or vegetative forms, from an object or materials. The choice of sterilization method depends on the properties of the material to be sterilized, such as resistance to heat and the shape of the media. The membrane filtration method can be done in two ways, namely Through Flow Filtration (Normal Flow Filtration) and Tangential Flow Filtration. Normal flow filtration (Normal Flow Filtration) or also known as flow-through filtration (Through Flow Filtration) is a process of separating solid particles from a liquid that utilizes constantly applied hydrostatic pressure. The aim of this literature study is to summarize several articles from international journals and national journals obtained from several sources database on the Internet, like Google Scholar, Science Direct, Researchgate, Pubmed, and Springerlink. Articles that meet the inclusion criteria are then analyzed and described. From the results of library searches that have been carried out on the Google Scholar site online The number of libraries obtained was (n=131). The literature selection was carried out by screening the title and abstract so that the remaining number was (n=78). The library used in its entirety on review this article totals (n=34).
Potensi Krim Solid Lipid Nanoparticle (SLN) Kombinasi Ekstrak Bunga Gemitir dan Alga Merah untuk Mengatasi Jerawat akibat Propionibacterium acnes Suari, Anak Agung Istri Padma; Kartini, Ni Komang Triayu Cita; Bandem, I Gede Yudistira Perdangga; Hantari, Ni Kadek Dwi Cahyani Cipta; Leliqia, Ni Putu Eka; Ariantari, Ni Putu
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i1.92332

Abstract

Bunga gemitir (Tagetes erecta L.) dan alga merah (Kappaphycus alvarezii (Doty) L.M.Liao) merupakan bahan alam yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri kombinasi ekstrak etanol bunga gemitir dan alga merah terhadap bakteri penyebab jerawat, Propionibacterium acnes ATCC 1223, serta aktivitasnya setelah diformulasi dalam bentuk sediaan sediaan krim solid lipid nanoparticle (SLN). Serbuk kering bunga gemitir dan alga merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Terhadap ekstrak yang diperoleh, dilakukan skrining fitokimia. Selanjutnya, masing-masing ekstrak diuji aktivitas antibakterinya terhadap P. acnes secara individual dengan metode mikrodilusi. Aktivitas antibakteri kombinasi kedua ekstrak selanjutnya diuji dengan metode mikrodilusi checkerboard. Berdasarkan hasil pengujian aktivitas antibakteri, 4 perbandingan kombinasi ekstrak dibuat dalam bentuk sediaan krim SLN yaitu formula F1, F2, F3, dan F4. Sediaan F1–F4 dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri krim SLN diuji dengan metode difusi sumuran. Berdasarkan uji skrining fitokimia yang dilakukan, flavonoid, alkaloid dan fenol terdeteksi pada kedua ekstrak, sedangkan steroid hanya terdeteksi pada ekstrak bunga gemitir. Pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak secara individual, ekstrak bunga gemitir dan alga merah memiliki aktivitas lemah dengan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 4 dan 16 mg/mL. Kombinasi ekstrak bunga gemitir dan alga merah menghasilkan aktivitas antibakteri lebih tinggi daripada aktivitas masing-masing ekstrak secara individual terhadap P. acnes, dan dikategorikan memiliki efek aditif dengan nilai FKI sebesar 0,5312. Setelah diformulasi dalam bentuk krim SLN, hanya formula F4 yang mengandung 0,1 g ekstrak bunga gemitir dan 0,2 g ekstrak alga merah memberikan aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan diameter zona hambat sebesar 16,762,46 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan krim SLN F4 yang mengandung kombinasi ekstrak bunga gemitir dan alga merah potensial untuk diinvestigasi lebih lanjut untuk pengembangan sediaan untuk mengatasi jerawat berbasis bahan alam.