Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Detektor Kebocoran Gas LPG Dengan Katub Otomatis Menggunakan Sensor MQ-2 Apriansa; Erniwati; Husein
Resistor: Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Vol 3 No 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/resistor.v3i1.52

Abstract

Penggunaan Gas LPG sebagai sumber energi dinilai sangat efisien dan praktis. Namun, gas ini dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia dan menyebabkan kerugian yang signifikan jika tidak digunakan dengan hati-hati, terutama jika terjadi kebocoran pada tabung atau tempat penyimpanannya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat deteksi kebocoran gas LPG yang berbasis Internet of Things (IoT) dengan sistem katup otomatis sebagai langkah pencegahan terhadap kebocoran. Dengan demikian, risiko kebakaran akibat kebocoran gas dapat diminimalkan. Rangkaian alat ini menggunakan Nodemcu ESP32 sebagai mikrokontroler dan sensor MQ-2 untuk mendeteksi kebocoran gas LPG, serta dilengkapi dengan servo MG966R yang berfungsi untuk menutup katup gas secara otomatis saat kebocoran terdeteksi. Model penelitian yang digunakan adalah model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap utama: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan notifikasi tentang kebocoran gas LPG melalui aplikasi Blynk. Selama proses pemantauan kadar kebocoran gas, pengguna dapat menerima notifikasi di ponsel mereka, sementara servo akan secara otomatis menutup katup gas sebagai langkah awal penanganan. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk sistem pencegahan potensi kebakaran berbasis IoT.
Pengurangan Dampak Konten Negatif melalui Literasi Internet Bagi Kelompok Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Sukariasih, Luh; Erniwati; Halidun, Wa Ode Nirwana Sari; Pratiwi, Anggie Marcella; Apriansa
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi November 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i1.156

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju, menyebabkan tidak adanya batasan penggunaan internet di kalangan anak-anak. Seorang ibu memiliki peranan penting dalam mendidik dan membina keluarganya. Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hadir di dalam lingkungan masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang beriman dan berakhlak mulia. Kegiatan pelatihan literasi internet sangat perlu dilakukan bagi ibu-ibu PKK guna mendidik anaknya dalam penggunaan internet yang sehat sehingga dapat meminimalisir dampak negatifnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK mengenai literasi internet sehingga dapat mendidik anak-anaknya dalam menggunakan internet yang sehat. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil survei yang dilakukan bahwa peningkatan pemahaman peserta mengenai literasi internet mencapai 58,8%. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini memperoleh respon yang baik bagi peserta hal ini ditunjukkan dengan rata- rata hasil survei kepuasan peserta yakni 22,22% sangat setuju,  59,72% setuju, 14,06% tidak setuju, dan 5,56% sangat tidak setuju terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan ini.
Community Service Through Science Practicum Guidance for SD IT Insantama Kendari, Southeast Sulawesi at the Integrated Laboratory Unit, Halu Oleo University Raharjo, Sapto; Lestari, Lina Lestari; Marhadi , Muhamad Alim; Dalanga, Yacobus Yulianto; Sarman; Arohman , Muhammad; Apriansa
Majalah Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026 (In Progress)
Publisher : Teras Kampus as a member of PT Palem Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/maindo.v3i1.560

Abstract

A magnet practicum mentoring activity for fifth-grade students of SD IT Insantama Kendari was conducted on 29 October 2025 at the Integrated Laboratory Unit of Halu Oleo University. The program was initiated to provide hands-on science learning in response to the school’s lack of laboratory facilities, which limits opportunities for practical experimentation. Eighteen students participated in three structured activities: identifying types of magnets, assembling a simple electric motor, and observing a flying ring demonstration. Learning was facilitated through demonstrations, guided discussions, and student-led experiments. The activity resulted in notable improvements in students’ conceptual understanding of magnetism, motivation to learn, and engagement during experimental tasks. The outcomes indicate that laboratory-based practicum activities significantly enhance meaningful science learning and contribute to strengthening scientific literacy among elementary students. Continued collaboration between schools and universities is recommended to ensure the sustainability of similar programs.