Adji Dharmawan, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KESESUAIAN STANDART KEAMANAN FASILITAS PERUMAHAN PADAT PENDUDUK DAERAH MERGOSONO TERHADAP RESIKO KEBAKARAN Fattah, Moh Nur Fattakhul Mujahidin; Farid Vardana, Mokhammad; Adji Dharmawan, Muhammad; Afrizal Dira Ramadhan, Muhammad; Aghna Ghifari, Muhammad; Athan Rasanjani, Muhammad
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2025): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v6i1.8465

Abstract

Kebakaran merupakan bencana dengan dampak besar terhadap manusia dan material, terutama di kawasan perumahan padat penduduk. Penelitian ini mengevaluasi kesesuaian standar keamanan fasilitas perumahan di Mergosono terhadap risiko kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepatuhan fasilitas perumahan terhadap standar keselamatan kebakaran guna mengidentifikasi kelemahan dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi dan survei. Data dikumpulkan melalui checklist assessment berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1735-2000, SNI 03-1746-2000, dan SNI 03-3985-2000, yang mengatur sistem proteksi kebakaran serta peraturan Menteri Pekerjaan Umum terkait keselamatan kebakaran. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual di lapangan dengan standar keselamatan kebakaran yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap standar keselamatan kebakaran masih sangat rendah. Lima aspek utama, yaitu alat pemadam kebakaran, sistem alarm, prosedur evakuasi, jalur penyelamatan, dan sarana komunikasi darurat memiliki tingkat kepatuhan 0%, menunjukkan tidak adanya fasilitas tersebut di hampir semua rumah yang diteliti. Sistem komunikasi darurat hanya mencapai 30%, sedangkan keberadaan kotak P3K mencapai 70%, menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi terhadap pertolongan pertama. Selain itu, hanya 20% rumah yang memiliki tanda larangan merokok, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran akibat kelalaian manusia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesiapan perumahan di Mergosono dalam menghadapi risiko kebakaran masih sangat rendah. Dengan mayoritas indikator keselamatan menunjukkan tingkat kepatuhan yang tidak memadai, diperlukan langkah-langkah perbaikan yang signifikan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan kebakaran. Peningkatan kesadaran masyarakat, penerapan regulasi yang lebih ketat, serta penyediaan fasilitas keselamatan yang memadai menjadi prioritas utama guna mengurangi risiko kebakaran di kawasan perumahan ini.
EVALUASI KETERSEDIAAN DAN PENEMPATAN ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) DI KANTIN UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) Mohamad Aditama Firmansah; Dwi Kuncoro Cahyo, Mohammad; Aziz Adi Putra, Moh Erlangga; Fattakhul Mujahidin, Moh Nur; Farid Vardana, Mokhammad; Adji Dharmawan, Muhammad
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2025): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v6i1.8476

Abstract

Keamanan kebakaran di kantin universitas merupakan aspek penting untuk menjamin keselamatan pengunjung dan pekerja. Kebakaran dapat terjadi karena penggunaan LPG, unit pemanas, dan bahan yang mudah terbakar. Namun, masih banyak kantin yang alat pemadam kebakarannya tidak mencukupi, penempatannya tidak tepat, dan aksesnya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ketersediaan APAR di kantin Universitas Negeri Malang berdasarkan jumlah, aksesibilitas, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi mitigasi kebakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui metode observasi dan wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap jumlah dan lokasi APAR serta wawancara kepada pengguna fasilitas dan pihak-pihak yang berkepentingan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketersediaan APAR hanya 44%. Beberapa kantin sudah memasang APAR secara strategis namun belum ada papan petunjuknya, dan ada pula kantin yang tidak dilengkapi papan petunjuk. Selain itu, sosialisasi dan pelatihan penggunaan APAR belum dilakukan secara berkala, dan kesadaran terhadap sistem proteksi kebakaran masih rendah. Faktor lingkungan juga mempengaruhi risiko kebakaran, seperti sempitnya ruang dapur dan kurangnya jalur evakuasi karena beberapa kantin yang tertutup. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan jumlah APAR, penataan lingkungan yang lebih aman, serta edukasi dan pelatihan warga kampus untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran.