Keamanan kebakaran di kantin universitas merupakan aspek penting untuk menjamin keselamatan pengunjung dan pekerja. Kebakaran dapat terjadi karena penggunaan LPG, unit pemanas, dan bahan yang mudah terbakar. Namun, masih banyak kantin yang alat pemadam kebakarannya tidak mencukupi, penempatannya tidak tepat, dan aksesnya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ketersediaan APAR di kantin Universitas Negeri Malang berdasarkan jumlah, aksesibilitas, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi mitigasi kebakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui metode observasi dan wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap jumlah dan lokasi APAR serta wawancara kepada pengguna fasilitas dan pihak-pihak yang berkepentingan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketersediaan APAR hanya 44%. Beberapa kantin sudah memasang APAR secara strategis namun belum ada papan petunjuknya, dan ada pula kantin yang tidak dilengkapi papan petunjuk. Selain itu, sosialisasi dan pelatihan penggunaan APAR belum dilakukan secara berkala, dan kesadaran terhadap sistem proteksi kebakaran masih rendah. Faktor lingkungan juga mempengaruhi risiko kebakaran, seperti sempitnya ruang dapur dan kurangnya jalur evakuasi karena beberapa kantin yang tertutup. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan jumlah APAR, penataan lingkungan yang lebih aman, serta edukasi dan pelatihan warga kampus untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran.
Copyrights © 2025