Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efisiensi Operasional UMKM Jasa Melalui Inovasi Sistem Reservasi dan Penjadwalan Fisik: Pendampingan pada UMKM Cut of Hope Hair Studio Aisyah Sanai; Adiba Eliana N; Daffa Rizky Athariansyah; M Farrel Sidharta; Magdalena Dora Junita M; Izza Abrar; M Shaka Yuliananda; Alya Putri
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tc2hw524

Abstract

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Manajemen Usaha Kecil dan Menengah (MUKM) yang dilakukan melalui pendampingan langsung kepada UMKM Cut of Hope Hair Studio di Surabaya. UMKM ini menghadapi sejumlah kendala dalam aspek operasional, seperti sistem reservasi yang masih dilakukan secara manual, belum adanya SOP yang baku, serta kurangnya koordinasi antar cabang. Kondisi ini menyebabkan pelayanan menjadi kurang efisien, rawan miskomunikasi, dan sulit dipantau secara terpusat. Melalui observasi dan wawancara, kami mengidentifikasi waktu-waktu tersibuk serta titik kritis dalam operasional harian usaha. Sebagai solusi, tim merekomendasikan dan mengimplementasikan pembuatan website booking untuk digitalisasi reservasi, pemasangan papan jadwal fisik sebagai alat bantu visual operasional, serta penyusunan alur kerja dan sistem pelaporan yang lebih terstruktur. Hasil dari pendampingan menunjukkan adanya peningkatan keteraturan kerja, efisiensi waktu, dan kemudahan pengelolaan operasional harian.
ANALYSIS OF THE DETERMINANTS OF ENTREPRENEURIAL INTENTION OF ACCOUNTING STUDENTS USING THE THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPROACH Rizki Ramadhan; Lilik Purwanti; Diwayana Putri Nasution; Alya Putri
International Journal of Accounting, Management, Economics and Social Sciences (IJAMESC) Vol. 3 No. 6 (2025): December
Publisher : ZILLZELL MEDIA PRIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61990/ijamesc.v3i6.636

Abstract

This study explores the factors influencing accounting students’ interest in entrepreneurship through a qualitative interpretive approach. Motivated by Indonesia’s relatively low entrepreneurship ratio of 3.74% compared to neighboring countries, the research seeks to understand why students’ entrepreneurial interest remains limited despite compulsory entrepreneurship courses and growing business opportunities. Using a descriptive qualitative design, data were collected through in-depth interviews and observations of 30 accounting students from the 2022 intake at Aceh Polytechnic and analyzed thematically. The results show that entrepreneurial motivation marked by hard work, perseverance, resilience, and goal commitment and entrepreneurial knowledge covering business fundamentals, risk management, opportunity recognition, and digital business practices significantly shape students’ entrepreneurial interest. The study concludes that entrepreneurial intention arises from the interaction of psychological, educational, and environmental factors, emphasizing the need to strengthen motivation and entrepreneurship education to cultivate innovative, self-reliant, and opportunity-driven graduates who contribute to sustainable economic development in Indonesia.
Analisis Yuridis Pelaksanaan Spin Off Unit Usaha Syariah : Studi Komparasi Peraturan Undang-Undang Perbankan Syariah dan Undang-Undang P2SK Nawra Faiza Yahya; Alya Putri; Kafka Nafisha Zakaria; Helmi Nafis Sagara; Arneisya Arienda Putri; Wahyu Sakti Dana Isworo; Septian Noorchandra Raharjo; Berlianti Wahyu Nur Fatimah
Qawanin: Jurnal of Economic Syaria Law Vol 10 No 1 (2026): June
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/qaw.v10i1.789

Abstract

Artikel ini menganalisis implementasi hukum pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Komersial Syariah (BUS) di Indonesia berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dengan perbandingan terhadap UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Landasan penelitian ini berasal dari perluasan perbankan Islam yang signifikan, dan strategi pemisahan UUS untuk memperkuat otonomi kelembagaan, kepatuhan syariah, dan daya saing industri, meskipun terdapat kendala dalam penyediaan modal dan peraturan turunan seperti UU POJK Nomor 12 Tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan ketentuan-ketentuan penting Pasal 68 UU Nomor 21 Tahun 2008—berdasarkan aset >50% atau 15 tahun—dan membandingkannya dengan ketentuan fleksibel yang didasarkan pada risiko dan diskresi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Metode yuridis normatif diterapkan melalui pendekatan modal, dengan memeriksa norma-norma positif termasuk undang-undang terkait dan peraturan OJK untuk menilai konsisten dan efektivitas kebijakan. Diskusi menekankan reformasi struktural UU No. 21/2008 untuk menghindari pencampuran dana dan meningkatkan efisiensi, tetapi implementasinya terhambat oleh pencerahan internal. UU P2SK mereformasi paradigma yang kaku menjadi paradigma berbasis risiko, mengurangi batasan waktu tetapi menciptakan hukum karena mengguncang batasan pemaksaan, seperti yang ditunjukkan dalam tabel perbandingan norma, waktu, dan pendekatan. Kesimpulannya, spin-off sangat penting untuk perbankan Islam yang independen, tetapi membutuhkan harmonisasi regulasi, peningkatan kapasitas, dan sinergi imperatif-fleksibel untuk mencapai visi ekonomi Islam nasional. Artikel ini menganalisa yuridis pelaksanaan spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Umum Syariah (BUS ) di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah , dengan perbandingan terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Latar belakang kajian didasari perkembangan signifikan perbankan syariah , kebijakan perpecahan UUS untuk memperkuat kemandirian kelembagaan, kepatuhan syariah, dan daya saing industri, meskipun terkendala kesiapan modal serta regulasi turunan seperti POJK Nomor 12 Tahun 2023 . Tujuan penelitian adalah menguraikan ketentuan imperatif Pasal 68 UU No. 21/2008-berbasis aset >50% atau 15 tahun-serta membandingkannya dengan pendekatan fleksibel UU P2SK yang berbasis risiko dan diskresi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Metode yuridis normatif diterapkan melalui kebijakan peraturan-undangan, mengkaji norma positif termasuk UU terkait dan peraturan OJK untuk menilai konsistensi serta efektivitas kebijakan. Pembahasan tekanan reformasi struktural UU No.21/2008 bertujuan dari pencampuran dana dan tingkatkan efisiensi, namun terhambatnya implementasi kesiapan internal. UU P2SK mereformasi paradigma kaku menjadi berbasis risiko, mengurangi paksaan waktu tetapi menimbulkan hukum akibat hilangnya batas eksplisit, sebagaimana ditunjukan tabel perbandingan aspek norma, waktu, dan pendekatan. Kesimpulannya, spin-off penting untuk perbankan syariah mandiri, tetapi memerlukan harmonisasi regulasi, penguatan kapasitas, dan sinergi imperatif-fleksibel guna mencapai stabilitas makroprudensial serta visi ekonomi syariah nasional.