Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dan pemuda dalam perencanaan serta pengawasan pembangunan desa, sekaligus menghasilkan model sederhana pemberdayaan kelompok rentan dalam tata kelola desa yang dapat direplikasi di wilayah perbatasan lainnya. Program ini dilaksanakan di Kampung Yanggandur, Kabupaten Merauke, menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan aparatur pemerintahan kampung, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), tokoh adat, perempuan, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, pemetaan pola partisipasi, penyusunan modul kontekstual, pelatihan teknis, workshop partisipasi masyarakat, pendampingan, serta evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas aparatur dalam penyusunan laporan keuangan sederhana, penyampaian informasi anggaran secara terbuka, dan penggunaan media informasi publik seperti papan anggaran. Selain itu, partisipasi perempuan dan pemuda dalam perencanaan serta pengawasan pembangunan desa meningkat secara signifikan. Program ini mendukung penerapan prinsip good governance pada tingkat desa, khususnya dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Model pendampingan yang dikembangkan dinilai efektif dan relevan untuk direplikasi pada kampung-kampung perbatasan lainnya sebagai upaya memperkuat tata kelola desa berbasis partisipasi dan kearifan lokal.