Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Sistem Pemidanaan Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara Alfharizi, Muhammad; Hamid, Abdul; Ivan Natsir, Nanda
Parhesia Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Parhesia Universitas Mataram
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/parhesia.v1i2.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana sistem pemidanaan yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Jenis penelitian yang digunakan adalah pebelitian hukum normatif dengan pendekatan statute approach dan konseptual, sumber data dari data kepustakaan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa dalam sistem pemidanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara memiliki permasalahan sehingga pemidanaan terhadapa korporasi seperti yang dicantumkan dalam Pasal 163 tidak dapat dilaksanakan dengan baik permasalahannya adalah perumusan identitas terdakwa, tidak adanya hukum yang mengikat apabila korporasi tidak membayar pidana denda, serta KUHAP belum mengatur tentang acara pidana korporasi. Sehingga hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum kepada masyarakat.
Analisis Sistem Pemidanaan Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara Alfharizi, Muhammad; Hamid, Abdul; Ivan Natsir, Nanda
Parhesia Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Parhesia Universitas Mataram
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/parhesia.v1i2.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana sistem pemidanaan yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Jenis penelitian yang digunakan adalah pebelitian hukum normatif dengan pendekatan statute approach dan konseptual, sumber data dari data kepustakaan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa dalam sistem pemidanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara memiliki permasalahan sehingga pemidanaan terhadapa korporasi seperti yang dicantumkan dalam Pasal 163 tidak dapat dilaksanakan dengan baik permasalahannya adalah perumusan identitas terdakwa, tidak adanya hukum yang mengikat apabila korporasi tidak membayar pidana denda, serta KUHAP belum mengatur tentang acara pidana korporasi. Sehingga hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum kepada masyarakat.
Effect of CO₂ and Argon Gas Shielding on GMAW Welding Joint Quality Ma'asya, Safira; Alfharizi, Muhammad; Manullang, Togu Julianman; Tawaris, Andrean Bastian; Hasibuan, Fardin; Irsyam, Muhammad
METALOGRAM Metalogram Vol.2 No.2 (April, 2026)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/mtlg.v2i2.7866

Abstract

This study aims to evaluate the effect of shielding gas types, namely carbon dioxide (CO₂) and argon, on the quality of welded joints in the Gas Metal Arc Welding (GMAW) process with low carbon steel as the base material. The research method was carried out experimentally using a steel plate measuring 150 mm × 75 mm × 6 mm and an ER70S-6 electrode wire with a diameter of 1.0 mm. The welding process was carried out with an inverter-type GMAW machine using fixed parameters: 120 ampere current, 22 volt voltage, 4 mm/s welding speed, 12 mm stick-out distance, and 15 liters per minute shielding gas flow rate. The specimens were divided into two groups based on the shielding gas, namely pure CO₂ and pure argon. Evaluation of the joint quality was carried out through tensile tests, Vickers hardness tests on three main zones (weld metal, heat affected zone, and base metal), as well as microstructure and visual observations. The results showed that the specimens with argon gas had a higher average tensile strength (460 MPa) than CO₂ (420 MPa). The hardness values were also higher and more even in the argon specimens, with a finer and more uniform microstructure. In conclusion, the use of argon produces welds with better mechanical and metallurgical qualities than CO₂. Therefore, argon is more recommended for welding low carbon steels that require high strength and precision.